BARABAI - Para siswa pemain teater SMPN 6 HST mencurahkan kekecewaannya setelah gagal menjadi juara Festival Teater Modern (Festemo) 2023. Ada lima siswa dan seorang pendamping mendatangi unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) di Dinas Sosial (Dinsos) HST, Selasa (7/11).
Guru seni SMPN 6 HST sekaligus pendamping teater, Febridha Pebrina mengatakan setelah penganuliran juara, anak-anak didiknya itu mengalami guncangan emosional. Sehingga perlu pendampingan psikologi. "Mereka menangis, emosional sekali. Mereka tanya orang lain ada yang dukung, kita nggak bu. Saya coba terus memberikan semangat," ujarnya, Rabu (8/11).
Tak hanya anak-anak, Febridha sebagai pendamping juga merasa sedih. "Kalau bukan kita yang memperjuangkan mereka, siapa lagi," katanya dengan nada sesenggukan.
Febri menepis anggapan yang menyayangkan keputusan sekolah membawa anak ke PPPA. Karena dianggap fungsi bimbingan konseling di sekolah tidak berjalan. "Sekolah (Guru BK) juga ikut andil menangani siswa. Tapi memang sekolah melanjutkan untuk membawa ke PPPA," tambahnya.
Febri menyampaikan alasan kuat membawa anak-anak ke PPPA untuk menyelamatkan mental anak dikemudian hari. Sebelum semua berlarut terlalu jauh. "Pemberitaan tentang anak-anak kami ini sudah sangat luas sekali. Bahkan, tidak hanya guru, siswa lain pun tahu. Ditakutkan ke depannya ada hal-hal yang tidak diinginkan. Maka ini upaya mencegah," jawabnya.
Editor : Fauzan Ridhani