Lawan tabrakan adalah Bus Trans Banjarbakula atau yang tenar disebut Bus Tayo dengan nomor polisi DA 7131 PN. Bus ini melaju dari arah Banjarmasin menuju Kampus UMB Banjarmasin. Sementara korban melaju di belakangnya melaju sangat kencang.
Kasi Humas Polres Batola AKP Abdul Malik mewakili Kapolres Batola AKBP Diaz Sasongko, menjelaskan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi termasuk pengemudi bus tayo, sebelum menyeruduk bagian belakang bus, pemotor Honda Scoopy melaju dari arah Banjarmasin menuju sungai Tabuk dengan kecepatan tinggi. Saat itu bus yang dikemudikan Eko Cahyo hendak mendekati halte di Kampus UMB, memperlambat laju busnya dengan memberi lampu sein berbelok ke kanan masuk ke kampus UMB.
"Sebelum itu bus berhenti terlebih dahulu, karena banyaknya pengendara lain yang berjalan dari arah sungai Tabuk menuju Marabahan. Sekirs 10 detik bus berhenti dan bersiap berbelok ke kampus, tiba-tiba datang pengendara Honda Scoopy menghantam bagian belakang bus," terang Abdul Malik.
Pemotor langsung terkapar di jalan dan motornya pun rusak parah. Pengemudi bus kemudian keluar dan mengecek kondisi korban. "Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, dan korban mengalami luka robek di bagian kepala," jelas Abdul Malik.
Sementara kondisi bus mengalami penyok, termasuk bempernya patah akibat ditabrak.
"Korban menggunakan helm dan memiliki SIM. Dugaan karena pemotor mengantuk saat berkendara sehingga tak memperhatikan ada kendaraan lain berhenti di depannya," tutupnya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief