Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Semoga Kalian Kapok! Ayah si Ketua Geng Adalah Otak Kasus Perampokan

M. Syarifuddin • Jumat, 27 Oktober 2023 | 06:33 WIB
SALAH GAUL: Anggota geng Pasber menunjukkan bendera kebanggaannya di atas sepeda motor yang dipakai untuk berkonvoi. | FOTO: HUMAS POLRESTA FOR RADAR BANJARMASIN 
SALAH GAUL: Anggota geng Pasber menunjukkan bendera kebanggaannya di atas sepeda motor yang dipakai untuk berkonvoi. | FOTO: HUMAS POLRESTA FOR RADAR BANJARMASIN 
Ayah si ketua geng adalah otak kasus perampokan. Putranya ditahan karena kasus penganiayaan. Geng ini seperti kumpulan anak bermasalah.

****
BANJARMASIN - Setelah empat hari perburuan anggota geng, Polresta Banjarmasin menetapkan sebelas tersangka.

Mereka anggota Geng Pasber yang berasal dari kawasan Pasar Sudimampir, Banjarmasin Tengah.

Kemarin (26/10) sore, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito menggelar konferensi pers.

Dikatakannya, Geng Pasber terlibat dalam serangan berdarah di Jalan Pengambangan RT 6 Banjarmasin Timur pada Ahad (22/10) dini hari.

Tiga orang terluka dalam serangan dadakan dan acak tersebut.

Para tersangka adalah Ahmad Mulkani (20) warga Tanjung Harapan, Teluk Tiram; Syaifullah Adli (19) warga Cempaka Raya, Gang Hasan Yamani III; M Zidan (22) warga Pekapuran Raya, Gang Keluarga; Ahmad Siddiq (20) warga Jalan AMD Besar, Pekapuran Raya; Akhmad Barezi (20) warga Antasan Kecil Barat, Pasar Lama; dan Fahrul Razi alias Oyong (22) warga Jalan Ratu Zaleha, Gang Fajar Sidik.

Lalu Ahmad Alfian, warga Sungai Lulut, Kompleks Graha Sejahtera; Maulida Putri warga Kompleks Ki Hajar Dewantara VII, dan Syaifullah Hadi warga Cempaka Raya Gang 20.
Tiga lainnya masih di bawah umur. Inisialnya C, A, dan G. C seorang perempuan.

Kapolresta mengatakan, masing-masing memiliki peran. Seperti Maulida dan C, mereka admin akun medsos geng. Tugasnya merekam dan menyiarkan langsung aksi-aksi geng.
Maulida adalah pacar sang ketua geng, Syahriandi alias Andi (19).

Dia putra Rahmatullah (39). Warga Gang Simpang Pilot yang menjadi otak pembobolan toko emas di Jalan Sudimampir II, Mei 2023.

"Nama kelompok ini Pasber 027, berdiri sejak 2017 dan bermarkas di pojok Pasar Sudimampir. Anggotanya berjumlah 24 orang," kata Sabana.

Sama seperti ayahnya, Andi juga ditahan. Mendekam di Lapas Teluk Dalam gara-gara kasus pengeroyokan beberapa bulan lalu.

Tetapi Andi masih mengendalikan geng ini lewat tangan Oyong, "ketua harian geng".

"Otak penggerak kelompok ini si Andi. Oyong mengkoordinir mereka lewat grup WhatsApp untuk beraksi," ungkap Sabana.

Sebenarnya, tiga pemuda Pengambangan yang terluka itu hanya korban pelampiasan kekecewaan.

Rencananya, malam itu Pasber akan berperang melawan Pusara Hell, geng dari Kuin Selatan.

"Tetapi lawannya malah tidak ada. Jadi mereka luapkan kekesalannya dengan mencari sasaran secara acak. Mereka berkeliling kota dari pukul 1 sampai pukul 3 dini hari," jelas Sabana.

Bagi Sabana, anak-anak geng ini hanya salah langkah dan salah arah. Tujuannya untuk menunjukkan eksistensi diri.

"Tidak terindikasi ada motivasi lain. Pastinya beberapa tersangka pernah bermasalah hukum. Mereka anak-anak putus sekolah," kata Sabana.

Perekrutan geng melalui mulut dari ke mulut dan jejaring media sosial.

"Fenomena kelompok ini sempat redup, lalu dihidupkan lagi. Motifnya menunjukkan eksistensi dengan cara melawan kelompok lain," ujarnya.

Photo
Photo
12 TERSANGKA: Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito menunjukkan tersangka dan barang bukti dalam konferensi pers kemarin (26/10) sore. | FOTO: HUMAS POLRESTA FOR RADAR BANJARMASIN

Para tersangka dijerat pasal berlapis, Pasal 170 KUHP jo Pasal 351 KUHP dan Pasal 56 KUHP.

Bagi yang masih di bawah umur ditetapkan sebagai ABH (anak berhadapan dengan hukum).

"Kami sudah ingatkan bakal menumpas habis kelompok-kelompok ini. Mereka sudah kami petakan asal dan nama kelompoknya. Jika berulah, tinggal diangkut saja," tegas Kapolresta.

"Jangan sampai Banjarmasin yang berslogan Kota Baiman menjadi kota yang horor. Kami ingatkan di medsos jangan memprovokasi, atau bikin meme bernada mengancam dan menyerang," sambungnya.

Merasa Biasa Saja


Belasan remaja dibawa ke Mapolsek Banjarmasin Barat di Pelambuan, Rabu (25/10) sore.
Mereka diamankan tim gabungan Polsek Banjarmasin Barat bersama Satreskrim dan Intel Polresta Banjarmasin.



Mirisnya, masih ada yang berstatus pelajar. Anak-anak geng ini diamankan bersama senjata tajam jenis parang.

Salah satunya remaja 16 tahun berinisial A. Ia siswa SMK di Banjarmasin.

Sejak orang tuanya bercerai, A tinggal bersama kakek dan neneknya.

A adalah admin akun Instagram milik Kelompok Famili Sabit, geng yang berasal dari Teluk Tiram.

A dijemput polisi dari rumahnya. "Saat membantu nenek membuat roti. Kakek memang penjual roti. Sepulang sekolah saya membantu mereka bekerja," katanya.

Diceritakannya, Kelompok Famili Sabit berdiri tahun 2019. Mulanya beranggotakan sepuluh orang.

"Dulu hanya 'perang sarung', tidak pernah pakai sajam. Ramai setiap malam bulan Ramadan. Belakangan kami diserang pakai sajam oleh Kelompok Pasber," kisahnya.

Sejak itu, A dan kawan-kawannya mulai memakai sajam juga.

Bahkan A mengaku pernah menebas lawannya di kawasan Jalan Cemara Raya. "Saya tebas di kaki. Gara-gara dia menantang, ya kami ladeni," ujarnya.

Soal video penyerangan ke Kompleks Ar-Ridha di Jalan Yos Sudarso yang viral kemarin, ditegaskannya itu video lama. Direkam dua tahun lalu.

"Kelompok kami diminta geng lain untuk membalas lawannya. Terjadilah seperti yang terekam video itu,"

Ditanya apa yang dirasakannya saat melukai lawannya, A mengaku merasa biasa-biasa saja. "Kami cuma meladeni yang menantang kami," ujarnya santai. (lan/az/fud) Editor : Arief
#geng motor #Penganiayaan #Keamanan