"Semua itu digelar setiap hari, serta represif dengan melakukan penindakan hukum yang tegas terukur kepada pelaku-pelaku kejahatan," ucap Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Syahruji, Rabu (25/10) sore.
Contohnya, Selasa (25/10) malam. Piket patroli gabungan mendapatkan informasi dari masyarakat melalui Aplikasi Cangkal Polres Banjarbaru tentang adanya perkelahian yang terjadi di sekitar lokasi Bundaran Simpang Empat Banjarbaru. Personel langsung bergegas menuju ke lokasi yang dimaksud.
Setibanya di sana, Syahruji menjelaskan para personel mendapati empat remaja laki-laki yang saat itu sedang duduk di parkiran depan Indomaret. "Para petugas membawa mereka berempat ke Polres Banjarbaru untuk dimintai keterangan," ucap Syahruji.
Hasil, keempatnya bukan termasuk ke dalam gangster yang saat ini sedang viral beredar di lini masa. "Mereka berkumpul hanya untuk main bareng (mabar) game online di lokasi itu. Tidak ada sama sekali melakukan perkelahian," katanya.
Saat diamankan, personel mengamankan motor yang digunakan mereka. Namun, tidak ditemukan adanya senjata tajam. “Secara umum dapat kami pastikan jika keempatnya tidak ada niatan sedikitpun untuk berbuat kejahatan," ungkapnya.
Semua berstatus sebagai pelajar di Kabupaten Banjar. Setelah ditelusuri akun media sosial keempat pemuda itu juga tidak ada mengarah ke aktivitas kriminal. "Jadi mereka ini hanya komunitas motor matik biasa. Untuk memberikan edukasi, kami juga memanggil orang tua keempat pemuda itu untuk diberikan arahan soal dampak gangster," ujarnya.
Polres Banjarbaru melakukan pembinaan kepada para pemuda tersebut, memberikan wawasan, dan mengembalikan mereka berempat kepada pihak keluarganya.
"Saya mengimbau masyarakat Kota Banjarbaru, apabila mengetahui atau melihat secara langsung adanya kejadian kriminal maupun gangster, agar bisa sesegeranya melaporkan ke pihak kepolisian baik melalui Call Center 110 ataupun Aplikasi Cangkal milik Polres Banjarbaru," pungkasnya.(zkr/gr/dye) Editor : Arief