Mereka dibekuk di sebuah hotel di Jalan Ahmad Yani kilometer 5 Banjarmasin Timur kemarin (23/10) dini hari.
Jumlahnya 10 orang, dua di antaranya perempuan.
Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, mereka adalah Ahmad Mulkan (20) warga Tanjung Harapan, Teluk Tiram; Syaifullah Adli (19), warga Gang Hasan Yamani III, Cempaka Raya; M Zidan (22) warga Gang Keluarga, Pekapuran Raya; Ahmad Siddiq (20) warga Jalan AMD, Pekapuran; Akhmad Barezi (20) warga Antasan Kecil Barat; dan Fahrul Razi (22) warga Gang Fajar, Jalan Ratu Zaleha.
Sementara dari luar kota adalah Ahmad Sairi, warga Handil Bujur, Kabupaten Banjar dan Ahmad Alfian, warga Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Sedangkan kedua perempuan itu adalah Cahaya, warga Kompleks Griya Permata, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala dan Maulida, warga Kompleks Ki Hajar Dewantara 7, Banjarmasin Timur.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian mengatakan, polisi juga menyita senjata tajam dan dua buah sepeda motor.
"Saat ini masih pemeriksaan intensif terhadap para pelaku. Masih dalam pengembangan kasus," kata Thomas kemarin.
Ditambahkannya, sejauh ini semua terduga pelaku berusia dewasa. Namun, bisa saja ada yang masih remaja atau di bawah umur.
Karena penyidik masih menyinkronkan identitas mereka dengan dokumen kependudukannya.
"Tidak ada indikasi kalau mereka anggota geng motor. Jadi kami harap masyarakat jangan langsung menuding ini perbuatan anak-anak geng motor," ujar Thomas.
Dia tak ingin Banjarmasin mendapat citra yang buruk akibat kasus ini. Seolah-olah kota ini tak lagi aman.
"Masih pemeriksaan mendalam. Baik motif hingga modusnya. Karena beberapa pelaku yang kami amankan sering nongkrong di salah satu pasar di Banjarmasin," pungkasnya.
Terpisah, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito menegaskan anggotanya akan menumpas habis gerombolan teror ini.
"Tumpas habis hingga ke akarnya. Apabila ada kelompok atau gerombolan atau geng motor yang ingin bikin gaduh dan masyarakat resah, maka kami tidak akan segan-segan. Kami akan tindak pelaku yang ingin membuat kota ini tidak aman," ancam Sabana.
Kepada masyarakat, apabila ada informasi yang berguna terkait aksi kekerasan di wilayahnya, dimintanya untuk tak ragu melapor.
"Silakan hubungi saya di nomor 08115181999," sebut Sabana.
Diberitakan sebelumnya, Ahad (22/10) dini, sembilan pemuda yang sedang begadang main game di tepi Jalan Pengambangan RT 6 Banjarmasin Timur diserang. Tiga orang terluka.
Salah seorang korban, Akhmad Rizani (30) menceritakan, ada sekitar 30 orang yang naik konvoi motor.
"Mereka turun dari motornya dan mengeluarkan celurit, parang, dan mandau. Saya pasrah, saya mengira sudah mati," ujarnya.
Rizani merasa serangan ini benar-benar acak. "Tak tahu siapa mereka dan dari mana," ujarnya.
Dari sebuah video viral, gerombolan ini juga diduga menyerang Gang Baru Jalan Veteran, Jalan Keramat, Gang Pusara Kuin Selatan.
"Kalau melihat videonya, iya, ini kelompok yang sama," ujarnya.
DPRD Minta Wali Kota Bertindak
Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin, Faisal Hariyadi menuntut kepolisian menggalakkan patroli untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Jangan sampai kota ini dibiarkan takluk oleh rasa takut yang ditebar geng motor bersenjata.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu melihat, ulah kawanan ini sudah sangat keterlaluan.
"Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, tambah intensitas patroli, tidak hanya di daerah perkotaan tapi juga sampai ke pelosok," katanya kemarin (23/10).
Dia juga menuntut peran dari para ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
"Pak RT kalau ketemu yang bergerombol di sekitar lingkungannya, apalagi lewat tengah malam, bubarkan saja. Atau laporkan ke polisi," pintanya.
Faisal heran, mengapa kawanan pelaku ini tega menebas dan membacok orang tanpa motif yang jelas. Apalagi yang diserang adalah relawan damkar yang sedang duduk-duduk begadang.
"Ini sudah keterlaluan, padahal relawan BPK itu sedang berjaga," ucapnya.
Menurut Faisal, ramainya aksi kekerasan ini dipicu oleh bebasnya perdagangan minuman keras dan obat terlarang.
Bukan hanya kepada Polresta Banjarmasin. Faisal juga meminta Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina untuk menutup penjualan miras ilegal yang berkedok kafe, rumah makan, maupun arena ketangkasan.
"Sweeping saja toko, kios, dan warung yang dicurigai beralih fungsi menjual obat terlarang dan alkohol," ujarnya.
Menurutnya, insiden ini momentum yang tepat untuk bersatu memerangi peredaran barang haram tersebut.
"Tegakkan supremasi hukum. Tangkap dan tindak tegas para penjual obat terlarang dan alkohol yang rawan memicu kriminalitas," pungkasnya. (gmp/az/fud) Editor : Arief