Awal ditemukannya, sekitar pukul 00.30 Wita saat itu karyawan lain meminta ijin kerja melaksanakan kegiatan Blasting di Tambang 2 Site B kepada JO yang meninggal tersebut.
Izin karyawan lain pun tak direspon, karena khawatir, karyawan tersebut langsung menuju ke mess tempat JO tinggal sekitar pukul 04.00 Wita.
Setelah sesampainya di mess dan membuka kamar karyawan tersebut pun terkejut, JO yang dimintainya izin ternyata dalam keadaan telungkup kaku di lantai dengan tangan berwarna biru kaki pucat.
Saat itu semua karyawan panik, dan adik JO yang juga kebetulan bekerja disitu pun dipanggil untuk melakukan pengecekan kondisinya.
Karena tidak ada respon dari JO, karyawan lain pun melaporkan temuan ini ke Pos Security dan Polsek Kelumpang Barat.
Tidak menunggu lama, Security dan Jajaran Polsek datang dan membawa JO menuju Klinik Suaka Insan Desa Magalau Hulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Kelumpang Hulu Iptu Hendrie Ade menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tenaga medis di Klinik Suaka Insan di Magalau JO dipastikan meninggal dunia.
“Dugaan sementara, korban meninggal dunia diperkirakan karena serangan jantung. Dan dari proses pemeriksaan tidak ditemukan tidak ada bekas kekerasan di tubuh korban,” jelasnya. (Jum) Editor : Arief