Asal api bermula dari rumah Abdul Hamid (45). Saat itu, hanya ada anaknya bernama Bahrudin (21). Pemuda ini kaget setelah muncul kepulan asap hitam keluar dari atap rumahnya. Ia seketika berteriak meminta pertolongan.
Lantaran bahan bangunan terbuat dari kayu, membuat si jago merah semakin mudah berkobar. "Saya tahunya sudah api membesar di atap," ungkapnya.
Sebelah rumah Abdul Hamid adalah rumah adik iparnya. Di sebelah lagi tempat tinggal keponakan Hamid. "Tidak bisa dibendung lagi sudah. Saat itu, api sulit diatasi," kata Bahrudin.
Orang tuanya saat itu sedang bekerja. Sang ayah jualan gorengan. "Ludes terbakar rumah kami. Kami masih satu keluarga," ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur, Ipda Partogi Hutahean mengungkapan bahwa ada dugaan karena arus pendek listrik. Itu mengacu keterangan saksi yang melihat pertama kali muncul api. "Pastinya masih kami selidiki. Tidak ada korban jiwa. Ketiga rumah itu masih satu keluarga," tuntasnya.(lan/az/dye)
Editor : Arief