Isra yang merupakan warga Jalan Kelayan B, Banjarmasin Selatan ini dibekuk di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara.
Ditangkap tim gabungan Satreskrim Polresta Banjarmasin, Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, dan Resmob Polda Kalsel pada Jumat (14/7) sore.
Rombongan mendarat di Banjarbaru kemarin (17/7) pagi, siangnya tersangka langsung dibawa ke Banjarmasin.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian mengungkap, kasus ini berawal dari masalah sehari sebelum pembunuhan. Ketika Isra dan Jarkasi sedang mengonsumsi obat-obatan.
Dalam pengaruh obat, terjadi hubungan seksual menyimpang sesama jenis. "Motifnya adalah sakit hati," kata Thomas.
Pelaku mengaku murka karena korban merekam dirinya, baik dalam foto maupun video. "Korban memperlihatkan rekaman mereka berdua dan dia mengaku sakit hati," imbuhnya.
Sebelum pembunuhan terjadi, mereka berdua berangkat salat Jumat. Bahkan sempat makan siang bareng.
"Masih kami dalami, sementara motifnya karena sakit hati," tutup Thomas.
Kaki kanan Isra ditembak polisi karena mencoba kabur saat proses pencarian barang bukti.
Mundur ke belakang, mayat korban ditemukan keponakannya di ruang belakang rumah pada Senin (3/7) malam. Kondisinya sudah membusuk.
Keluarga korban yakin Jarkasi meninggal secara tak wajar. Sebab selain motor dan ponsel, dompet dan jam tangan korban juga hilang.
Semakin curiga karena ditemukan dua bungkus rokok di dalam rumah. Sedangkan korban diketahui tak bisa merokok.
Jarkasi hidup seorang diri, tidak menikah, dan jarang bergaul dengan tetangga. Ia adalah pegawai Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. (lan/gr/fud) Editor : Arief