Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sebelum Membunuh, Salat Jumat Bareng Dulu: Kasus Pembunuhan di Taekwondo Permai

Arief • Selasa, 18 Juli 2023 | 11:46 WIB
KABUR KE SUMATERA: MI diringkus polisi saat duduk santai di sebuah warung di Kota Medan, Sumatera Utara. Pria berdomisili di Kelayan ini ditangkap karena menjadi tersangka pembunuhan di Komplek Taekwondo permai Banjarmasin.
KABUR KE SUMATERA: MI diringkus polisi saat duduk santai di sebuah warung di Kota Medan, Sumatera Utara. Pria berdomisili di Kelayan ini ditangkap karena menjadi tersangka pembunuhan di Komplek Taekwondo permai Banjarmasin.
BANJARMASIN - Muhammad Isra (24) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Ahmad Jarkasi (51), warga Jalan Sultan Adam Kompleks Taekwondo Permai, Banjarmasin Utara.

Isra yang merupakan warga Jalan Kelayan B, Banjarmasin Selatan ini dibekuk di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara.

Ditangkap tim gabungan Satreskrim Polresta Banjarmasin, Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, dan Resmob Polda Kalsel pada Jumat (14/7) sore.

Rombongan mendarat di Banjarbaru kemarin (17/7) pagi, siangnya tersangka langsung dibawa ke Banjarmasin.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian mengungkap, kasus ini berawal dari masalah sehari sebelum pembunuhan. Ketika Isra dan Jarkasi sedang mengonsumsi obat-obatan.

Dalam pengaruh obat, terjadi hubungan seksual menyimpang sesama jenis. "Motifnya adalah sakit hati," kata Thomas.

Pelaku mengaku murka karena korban merekam dirinya, baik dalam foto maupun video. "Korban memperlihatkan rekaman mereka berdua dan dia mengaku sakit hati," imbuhnya.

Sebelum pembunuhan terjadi, mereka berdua berangkat salat Jumat. Bahkan sempat makan siang bareng.

"Masih kami dalami, sementara motifnya karena sakit hati," tutup Thomas.

Kaki kanan Isra ditembak polisi karena mencoba kabur saat proses pencarian barang bukti.



Mundur ke belakang, mayat korban ditemukan keponakannya di ruang belakang rumah pada Senin (3/7) malam. Kondisinya sudah membusuk.

Keluarga korban yakin Jarkasi meninggal secara tak wajar. Sebab selain motor dan ponsel, dompet dan jam tangan korban juga hilang.

Semakin curiga karena ditemukan dua bungkus rokok di dalam rumah. Sedangkan korban diketahui tak bisa merokok.

Jarkasi hidup seorang diri, tidak menikah, dan jarang bergaul dengan tetangga. Ia adalah pegawai Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. (lan/gr/fud) Editor : Arief
#Pembunuhan