Akibatnya, mobil bermuatan ban alat berat tersebut terguling dan menutup seluruh badan jalan di daerah Gunung Rimpi tersebut. Kejadian itu mengakibatkan kemacetan yang panjang dari kedua arah.
Muhammad Yasin (58), sopir truk nahas tersebut menuturkan, truk yang ia kemudikan melaju dari arah Banjarmasin menuju Tanah Bumbu membawa delapan ban alat berat jenis heavy duty.
Sesampainya di lokasi, sebutnya, kemudi truk itu terkunci saat menuruni tanjakan dan tak dapat dibelokkan.
"Saat kemudinya itu terkunci, saya mencoba mengerem namun malah berbelok ke kanan dan menabrak pohon di tepi jalan. Kemudian terbalik dan menghalangi seluruh badan jalan," ungkapnya, Jumat (7/7) di lokasi kejadian.
Pantauan di lapangan, evakuasi mobil tersebut cukup sulit karena keterbatasan alat. Baru sekitar pukul 12.00 Wita mobil tersebut bisa dievakuasi usai dibantu excavator yang kebetulan lewat di lokasi kejadian.
Dalam evakuasi itu juga dibantu pihak Sat Lantas Polres Tala, warga setempat dan pengguna jalan yang lewat.
Lebih lanjut, Yasin mengatakan dirinya di mobil itu bersama anaknya bernama Bagus Renaldy (27). Rencananya ia akan mengantar ban tersebut ke salah satu perusahaan di Site PT BIB di Sebamban II Angsana Tanah Bumbu.
"Kami sudah lima hari perjalanan dari Jakarta," sebutnya.
Menurut Yasin, dirinya sudah sering mengantar alat-alat mobil tambang ke Kalimantan.
"Saya sudah keliling Kalimantan untuk mengantar alat-alat mobil," jelasnya.
Semantara itu, Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kasat Lantas AKP Supriyatno mengatakan dalam kecelakaan itu tak ada korban jiwa. Hanya terjadi kerugian materil.
"Kerugian diperkirakan sekira Rp20 juta," sebutnya. (sal). Editor : Arief