Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pembunuhan di Warung Remang Jalan Hauling: Korban Mabuk, Pelaku Sudah Dibekuk

Arief • Selasa, 4 Juli 2023 | 08:43 WIB
BARANG BUKTI: Polres Tapin menggelar konferensi pers kasus pembunuhan di warung remang di jalan hauling Desa Kalumpang Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin. | FOTO: RASIDI FADLI/RADAR BANJARMASIN
BARANG BUKTI: Polres Tapin menggelar konferensi pers kasus pembunuhan di warung remang di jalan hauling Desa Kalumpang Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin. | FOTO: RASIDI FADLI/RADAR BANJARMASIN
RANTAU - Pelaku pembunuhan di sebuah warung malam di Jalan Hauling Nes 16B Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin pada Ahad (25/6) lalu diringkus Polres Tapin.

Korban adalah Selamat, 52 tahun, warga Teluk Tiram Darat, Kota Banjarmasin.
Pelaku adalah Fahri, 45 tahun, warga Desa Rantau, Tapin.

Ceritanya, pukul 03.00 Wita, korban datang ke warung tempat pelaku sedang asyik ngopi. Korban datang dalam kondisi mabuk, marah-marah kepada pengunjung warung.

Selamat merupakan pemilik warung sebelah. Ia sedang kesal karena sehabis bertengkar dengan istrinya.

"Sebelumnya korban sempat cekcok dengan istrinya, di warung milik mereka, tak jauh dari lokasi kejadian," kata Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Haris Wicaksono dalam konferensi pers kemarin (3/7).

Saat marah-marah, ia coba ditenangkan oleh pengunjung warung. Tetapi korban malah main pukul.

"Kebetulan mengenai tersangka, perkelahian pun tak terhindarkan lagi," imbuh Haris.

Tersangka mengeluarkan belati, menusukkan beberapa kali ke tubuh korban. Penganiayan itu berujung pada tewasnya Selamat.

"Luka tusuk yang diterima korban berada di bagian dada, ketiak, dan tangan," bebernya.



Usai insiden berdarah itu, Polres Tapin mengejar pelaku. Fahri hanya sebentar menjadi buronan. Pada Rabu (28/6) ia sudah tertangkap.

"Selama tiga hari pelarian, ia sempat ke Martapura dan Kandangan,” sebutnya.

Berbeda dengan korban yang dalam kondisi mabuk, Haris menegaskan, pelaku dalam kondisi sadar ketika itu.

Kapolres Tapin AKBP Sugeng Priyanto menambahkan, penangkapan pelaku memang tidak mudah. Hingga perlu waktu tiga hari. "Ia berhasil ditangkap berkat kerja sama polisi dengan keluarganya," ungkapnya. (dly/gr/fud) Editor : Arief
#Pembunuhan