BARABAI - Sudah jadi korban asusila sang ayah dan kakek kandung. Nasib gadis gadis yang menjadi korban kasus ayah memperkosa putri kandung sekaligus kakek memperkosa cucu semakin kasihan setelah ibu kandungnya sendiri tidak mau menampungnya.
"Saya sudah ke Balangan ketemu ibu kandungnya. Supaya mau menampung, eh ternyata dia tidak mau (mangasuh, Red)," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak, Jajuk Windijati, Minggu (21/5), saat dikonfirmasi terkait kasus gadis yang menjadi korban kasus ayah memperkosa putri kandung sekaligus kakek memperkosa cucu.
Dikatakannya, gadis yang menjadi korban kasus ayah memperkosa putri kandung sekaligus kakek memperkosa cucu tersebut, selama ini tinggal bersama ayah, kakek dan neneknya di satu rumah. Sedangkan ibu korban bercerai dan menikah lagi lalu tinggal di Kabupaten Balangan.
Setelah mencari solusi dan melewati beberapa kendala. Akhirnya gadis yang menjadi korban kasus ayah memperkosa putri kandung sekaligus kakek memperkosa cucu ini, akan diasuh oleh salah satu keluarga pelaku. Dia dengan suka rela akan merawat remaja tersebut.
"Adik dari pelaku (kakek) mau merawat. Sekarang karena masih proses hukum korban ditampung oleh Kepala Desa," tambahnya terkait nasib gadis yang menjadi korban kasus ayah memperkosa putri kandung sekaligus kakek memperkosa cucu. (mal/why)
Editor : Arief