Kapolsek Hantakan, Ipda Bahrudin membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Iya benar. Korban dinyatakan meninggal dunia di Puskemas Hantakan," ucapnya.
Saksi di lapangan Ibu Sapur, mengatakan korban sempat berteriak minta tolong. "Saya tidak melihat langsung, hanya mendengar teriakannya minta tolong," ujarnya.
Teman korban yang selamat juga berlari-lari sambil minta tolong. "Satu kawannya sempat lari ke warung minta tolong dan langsung direspons tukang pengangkut pasir," jelasnya.
Dari info yang dihimpun, korban ternyata tidak bisa berenang. Saat bermain-main di sungai di terbawa arus ke area yang dalam.
Pengelola wisata Manggasang, M Rifani mengatakan, jika korban tenggelam bukan di tempat area wisata miliknya. Makanya di tempat itu minim pengawasan.
"Tempat korban tenggelam di kelola orang lain. Karena itu bukan lahan saya. Dan jaraknya cukup jauh dari tim keamanan wisata," jelasnya.
Sebelumnya, pihaknya sudah mengingatkan jika area itu berbahaya. Namun peringatan itu tidak diindahkan oleh pemilik lahan.
"Kalau saya tegur, serba salah jadinya. Karena ini bisnis kan. Yang berhak hanya dinas terkait," tambahnya.
Di tempat itu juga minim rambu-rambu. Rifani sudah sejak lama memperingatkan stakeholder terkait. Sebab ini bukan kejadian pertama kali.
"Tapi mau gimana lagi. Orang mengenalnya Manggasang itu punya saya. Padahal, ada batas di hulu dan hilir. Itu pengelolanya beda-beda. Dan milik saya saja yang resmi bayar pajak ke pemerintah," tegasnya. (mal) Editor : Arief