Pusdalops BPBD Tapin kembali memantau ke sana bersama tim BPBD Provinsi Kalsel, Minggu (30/4) siang, sekira pukul 11.30 Wita.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Raniansyah memberitahukan bahwa tanah tanah longsor masih belum bisa dilakukan pembersihan material tanah. “Karena tanah yang longsor masih bergerak,” jelasnya.
Kemudian, tanah yang longsor menyebabkan aliran sungai tersumbat. Sehingga menimbulkan genangan air di sekitar kebun karet masyarakat. Kondisi ketinggian air sudah kurang lebih 70 cm dari tepi sungai.
“Tanah yang longsor mengakibatkan 7 tiang listrik rusak. Tiga diantaranya hilang tertimbun tanah longsor. Sehingga mengakibatkan aliran listrik di RT 003 Desa Padang Sari mati total,” ucapnya.
Tidak hanya itu, dampaknya ke pipa HDP Pansimas Desa Padang Sari terputus. Jaraknya kurang lebih 250 meter. Namun ini sudah diperbaiki kepala desa dan masyarakat.
“Jalan warga juga tertutup, kurang lebih 150 meter yang merupakan akses warga beraktivitas,” ucapnya.
Dalam musibah tanah longsor ini, ada 43 rumah warga dengan total 48 kepala keluarga terdampak. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
“Kerugian hanya material dan terputusnya pipa HDP milik Desa serta terputusnya aliran listrik. Diperkirakan kerugianya sekira Rp20 juta,” tegasnya.
Sebelumnya Kapolsek Binuang, Iptu Nur Arifin memberitahukan bahwa tanah longsor ini diketahui pukul 03.30 Wita. Penyebabnya karena hujan yang terjadi sepanjang malam.
“Dampaknya ke pemukiman warga di sana,” ucapnya, Sabtu (29/4) siang. (dly) Editor : Arief