Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Maraknya Pembuangan Bayi, Psikolog : Penurunan Moral Jadi Penyebab Utama

Muhammad Helmi • Jumat, 28 April 2023 | 13:47 WIB
Dosen Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rika Vira Zwagery. : FOTO RIKA UNTUK RADAR BANJARMASIN.
Dosen Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rika Vira Zwagery. : FOTO RIKA UNTUK RADAR BANJARMASIN.
BANJARBARU - Psikolog Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rika Vira Zwagery turut angkat bicara terkait maraknya kasus pembuangan bayi yang belakangan ini terjadi di Kota Banjarbaru.

Dosen Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini menilai ada beberapa kemungkinan yang diduga jadi alasan mengapa belakangan ini banyak terjadi kasus pembuangan bayi.

Pertama, karena hasil hubungan di luar nikah. Alasan ini merupakan yang paling banyak dipakai oleh orangtua yang tidak bertanggung jawab dalam kasus pembuangan bayi.

Kedua, anak yang dibuang ini bisa juga datang dari orangtua yang sudah menikah, namun karena ada alasan tertentu sehingga membuat keluarga tersebut memilih untuk membuang buah hatinya.

Namun secara umum. Rika menyebut bahwa fenomena ini terjadi dikarenakan adanya penurunan moral, sehingga membuat rasa tanggung jawab dalam diri orangtua si bayi menjadi berkurang.

"Harusnya ketika seseorang memilih untuk berbuat sesuatu, dia harus menerima apa pun konsekuensi dari perilaku yang dia lakukan tersebut," jelasnya pada Radar Banjarmasin, Kamis (27/04) siang.

Artinya, Rika melanjutkan, para orang tua yang membuang bayi tersebut jelas menunjukkan bahwa mereka tidak mau menerima konsekuensi dari apa yang dilakukannya.

"Kalau bayi yang dibuang ini datang dari pasangan sudah menikah, artinya mereka tidak siap untuk menjadi orang tua," ujarnya.

Padahal, Rika menilai sejatinya sebelum memilih untuk mempunyai anak, mereka ini harus siap baik secara fisik, materi maupun psikologis.

"Jadi para pasangan yang menikah jangan hanya menyiapkan resepsi dan lain sebagainya, ada banyak hal patut dipersiapkan dalam membangun sebuah keluarga," tegasnya.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena efek dari sosial media dan kurangnya tingkat spiritualitas yang dimiliki pelaku. Sehingga, membuat pelaku pembuang bayi memilih untuk membuang buah hatinya sendiri.

"Soalnya dalam waktu yang berdekatan ini saja sudah banyak kasus serupa terjadi di Banjarbaru," katanya.

Namun di sisi lain, ia juga melihat ada kemungkinan lain yang menyebabkan fenomena pembuangan bayi ini juga disebabkan hal lain, termasuk pemberitaan yang di blow up media.

Pasalnya, menurut Rika hal pemberitaan mengenai pembuangan bayi ini bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

"Karena selama ini yang saya baca dari media tidak ada konsekuensi bagi pelaku pembuang bayi. Karena mereka (pelaku pembuang bayi) kemungkinan berpikir akan tetap ada yang mengadopsi anaknya," katanya.

Sehingga ia menyarankan agar informasi mengenai hal tersebut lebih menonjolkan konsekuensi dan dampak yang ditimbulkan bagi si anak jika perbuatan tersebut tetap dilakukan.

"Pencegahan terkait hal ini harus diutamakan supaya tidak lagi ada orang tua yang membuang anaknya," tandasnya. (zkr/why) Editor : Muhammad Helmi
#temuan bayi