Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Marak Pembuangan Bayi, Dinsos : Kunci Pencegahannya Ada Pada Ketua RT

Muhammad Helmi • Jumat, 28 April 2023 | 13:38 WIB
MENEKANKAN : Kepala DP2KBPMP2A Banjarbaru, Sri Lailana saat menjelaskan peran dari petugas RT/RW dalam kontrol sosial di lingkungan masyarakat. : FOTO FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN.
MENEKANKAN : Kepala DP2KBPMP2A Banjarbaru, Sri Lailana saat menjelaskan peran dari petugas RT/RW dalam kontrol sosial di lingkungan masyarakat. : FOTO FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN.
BANJARBARU - Fenomena pembuangan bayi yang marak terjadi di Banjarbaru, jadi sorotan banyak pihak. Kontrol sosial di lingkungan pun jadi bahan evaluasi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPMP2A) Kota Banjarbaru, Sri Lailana menyebut bahwa pengawasan terhadap aktivitas kos-kosan di Banjarbaru sangat bergantung pada masyarakat di lingkungannya masing-masing.

"Barangkali fenomena ini terjadi karena tingkat kepedulian masyarakat kita kepada tetangganya sangat kurang. Terutama petugas RT dan RW setempat," ungkapnya.

Sebab menurut Sri, petugas RT dan RW harus mengawasi masyarakat di wilayahnya. Misalnya ada wanita yang sedang hamil namun tidak tinggal dengan suami sahnya.

"Ini harus jadi perhatian bersama, karena dalam kurun waktu berdekatan sudah ada penemuan empat bayi yang buang dengan sengaja. Bahkan kemarin saat Ramadan dan Idulfitri ada dua bayi yang dibuang," bebernya.

"Makanya kami sangat prihatin dengan kondisi masyarakat kita sekarang," tambahnya.

Senada dengan Sri, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarbaru, Rokhyat Riyadi juga menyebutkan bahwa fenomena pembuangan bayi ini kuncinya ada pada pengawasan masyarakat.

Karena itu ia meminta agar setiap petugas RT dan RW bisa mendata secara benar warga yang bermukim di wilayahnya masing-masing.

"Kalau tidak seperti itu, paling tidak ada kesadaran warga yang baru pindah untuk melaporkan diri, minimal ke petugas RT di tempat dia tinggal," pintanya.

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan agar masyarakat sekitar mengetahui siapa pendatang yang baru bermukim di wilayahnya.

"Kami sangat mengimbau para pendatang bisa melaporkan diri kepada ketua RT-nya," tuntasnya. (zkr/why) Editor : Muhammad Helmi
#temuan bayi