Parahnya, kabar ini juga menyeret salah satu sekolah jenjang SD di wilayah Syamsudin Noor. Yang mana diinformasikan bahwa ada gerak-gerik penculik yang menggunakan mobil berkelir abu-abu.
Tak hanya soal gerak geriknya, kabar ini turut menginformasikan bahwa orang yang di dalam mobil menggunakan penutup muka atau topeng.
Dilanjutkan oleh informasi liar itu, bahwa aksi penculik ini gagal karena anak atau siswa yang jadi sasaran keburu berlari ke sekolah. Dan penculik dikabarkan segera kabur dari area sekolah.
Adapun, teks atau naskah yang tersebar adalah berbunyi; Info untuk berhati-hati yang anak-anak nya pulang sekolah, baru saja hampir terjadi penculikan, pelaku menggunakan mobil warna abu-abu dengan memakai topeng, untung saja anak yang mau diculik lari kembali ke sekolahan. Lokasi kejadian Jalan Kasturi 1 dekat SDN 2 Syamsudin Noor. Demikian infonya.
Sontak saja, kabar ini membuat warga heboh utamanya orang tua siswa. Terlebih informasi ini cepat beredar dari grup ke grup whatsapp.
Soal kabar ini, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru segera melakukan klarifikasi. Ditegaskan bahwa tak ada kejaidan percobaan penculikan di wilayah Kota Banjarbaru.
"Kita pastikan hoaks alias berita bohong. Kita sudah mengonfirmasi kepada pihak sekolah dan tak ada kejadian seperti yang dikabarkan," katanya.
Ditambahkan oleh Kepala SDN 2 Syamsudin Noor Banjarbaru, Fitri Lismayasari, bahwa berita penculikan itu tak sesuai fakta. Ia memastikan bahwa kabar tersebut bohong.
"Hoax (kabar) ini. Kita juga akan cek lagi ke paguyuban di kelas, namun sementara tak ada kejadian itu," katanya.
Soal kabar hoaks ini, pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menyaring infromasi daring. Mengingat, sekarang ini katanya informasi begitu mudah dibuat dan disebarkan begitu saja.
"Yang pertama jelas harus selektif dalam menanggapi isu atau berita yang beredar di Masyarakat. Harus dicek dulu sumbernya dari mana," kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Dody Harza Kusumah.
Selain itu, ia juga mengimbau agar orang tua murid tetap mengawasi aktivitas anaknya. Termasuk ketika mau masuk maupun pulang sekolah.
"Kalaupun ada aktivitas yang dirasa mencurigakan, segera laporkan ke pihak yang berwajib atau keamanan. Juga bisa lapornya lewat aplikasi Cangkal Polres Banjarbaru," pesannya. (rvn/yn/bin) Editor : Arief