Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ada Dugaan Penculikan di Batu Ampar, Polisi Menyatakan Tidak Benar

Arief • Senin, 6 Februari 2023 | 08:52 WIB
KLARIFIKASI: Bhabinkamtibmas Desa Durian Bungkuk, Bripka Suryadi mengunjungi rumah orang tua siswa yang diduga akan diculik saat pulang sekolah. | FOTO: POLSEK BATU AMPAR FOT RADAR BANJARMASIN 
KLARIFIKASI: Bhabinkamtibmas Desa Durian Bungkuk, Bripka Suryadi mengunjungi rumah orang tua siswa yang diduga akan diculik saat pulang sekolah. | FOTO: POLSEK BATU AMPAR FOT RADAR BANJARMASIN 
BATU AMPAR - Kabar dugaan penculikan yang menimpa seorang anak sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batu Ampar dibantah oleh pihak Polsek setempat.

Menurut Kapolsek Batu Ampar, Ipda Asep Purwono, informasi dugaan aksi penculikan yang terjadi di wilayah hukumnya tidaklah benar. Melainkan, hanya sebatas isu belaka. Pihaknya pun sudah melakukan tindak lanjut terhadap informasi tersebut.

"Jajaran Polsek Batu Ampar melalui Bhabinkamtibmas Desa Durian Bungkuk, Bripka Suryadi sudah mendatangi pihak keluarga untuk mengklarifikasi isu tersebut," sebutnya, Minggu (5/2).

Sebelumnya, beredar informasi di salah satu media online yang menyebutkan adanya dugaan penculikan seorang siswa SD di Desa Durian Bungkuk, Kecamatan Batu Ampar pada Rabu (1/2) lalu ketika pulang sekolah.

Lebih lanjut, Kapolsek menuturkan, yang dinamakan penculikan itu adalah adanya upaya pemaksaan terhadap seseorang atau mengikuti kehendaknya dengan cara paksa.

"Namun, dugaan penculikan itu tidak ada sama sekali di wilayah hukum Polsek Batu Ampar," tegasnya.

Dirinya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Batu Ampar agar tidak mudah percaya dan menerima isu ataupun informasi yang kebenarannya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

"Apabila ada isu atau informasi terkait situasi Kamtibmas, agar bisa segera melaporkannya kepada pihak kepolisian," pintanya.

Pada akhir Januari lalu, di Kecamatan Pelaihari juga ada kabar yang menyebutkan anak usia 12 tahun diculik. Namun kabar itu juga tidak benar. Anak itu bukan diculik, melainkan bersembunyi di salah satu toilet tua, karena tidak ingin kembali belajar di pondok pesantren (ponpes). (sal) Editor : Arief
#hoax #Penculikan