Saat plafon itu ambruk, aktivitas belajar mengajar belum berlangsung. Namun, para guru dan murid sudah berdatangan ke sekolah.
Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin, plafon yang ambruk itu terjadi di dua ruang. Kelas I dan kelas III. "Ketika ruang kelas dibuka, plafon sudah ambruk," ungkap Kepala SDN Basirih 10 Banjarmasin, Irnawati, kemarin (12/1). "Saya tidak mengetahui pasti kapan ambruknya. Besar dugaan, itu terjadi pada malam hari," jelasnya.
Mengingatkan pembaca, kondisi plafon di sejumlah ruang kelas memang sudah tersingkap saat dikunjungi Radar Banjarmasin, Rabu (11/1) tadi. Tinggal menunggu waktu, plafon itu ambruk. Ambil contoh, di ruang kelas II. Namun, ruang kelas ini cukup beruntung kemarin. Plafon di kelas tersebut tidak ikut-ikutan ambruk.
Masih dari hasil pantauan Radar Banjarmasin, bagian kayu yang menahan plafon yang ambruk itu tampak lapuk. Seperti dimakan rayap. Artinya, bila hendak melakukan perbaikan, tentu tak cukup hanya dengan memasang plafon baru. Mesti mengganti kayu yang menahan plafonnya juga.
Irnawati bersyukur ambruknya plafon itu tidak menimpa murid atau guru. Tidak pula mengganggu aktivitas belajar mengajar. "Tapi, tentu ambruknya plafon ini membuat kami khawatir. Semoga ada solusi," harapnya.
Kepala Disdik Banjarmasin, Nuryadi mengaku sudah mengetahui peristiwa ini. "Ada tiga plafon yang ambruk," ucapnya, ketika dihubungi Radar Banjarmasin, kemarin (12/1) siang.
Terkait penanganan, Nuryadi bilang plafon ruang kelas yang ambruk itu akan diperbaiki hari ini. "Besok (hari ini, red) dikirimkan tukang ke sana," janjinya.
Diwartakan sebelumnya, plafon rusak hanya satu dari sejumlah persoalan yang menimpa SD kawasan Jalan Simpang Sungai Jelai, di ujung Kecamatan Banjarmasin Selatan itu. Bertahun-tahun, SDN Basirih 10 Banjarmasin dirundung persoalan. Mulai dari kondisi bangunan yang tak layak, halaman sekolah selalu terendam air, hingga ketiadaan akses jalur darat. Menuju ke SD tersebut hanya bisa diakses melalui jalur sungai. Tentu menggunakan perahu.
Jalan yang dibangun oleh Pemprov Kalsel di kawasan itu hanya sepanjang 1,2 kilometer saja. Belum menyentuh RT 27 yang menjadi lokasi SDN Basirih 10 Banjarmasin. Persoalan ini sebenarnya sudah berulang-ulang dilaporkan ke Pemko Banjarmasin. Namun belum ada tindak lanjut memuaskan.
Ketika dikonfirmasi ke Sekdako Banjarmasin kemarin (12/1), Ikhsan Budiman mengaku akan mempelajarinya terlebih dahulu. Ia baru mengetahui kondisi itu. Ikhsan dilantik sebagai Sekdako Banjarmasin di penghujung tahun 2021 lalu.
Sudah ada kabar baik disampaikan Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Suri Sudarmadiyah bahwa pihaknya bakal melanjutkan pembangunan akses jalur darat di kawasan tersebut tahun ini. Program ini dilakukan bekerja sama dengan TNI. Suri berharap bisa dilakukan segera. Entah di bulan Januari, atau Februari tahun 2023.(war/gr/dye) Editor : Muhammad Helmi