Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rob Ditunggangi Ombak 4 Meter: Kuburan Terangkat, Pemecah Ombak Jebol

Arief • Senin, 26 Desember 2022 | 09:32 WIB
DISAPU ROB: Warga mengumpulkan sisa jasad dan tulang belulang dari makam yang terbongkar di Desa Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, akibat disapu rob dan gelombang.
DISAPU ROB: Warga mengumpulkan sisa jasad dan tulang belulang dari makam yang terbongkar di Desa Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, akibat disapu rob dan gelombang.
Teriakan di pagi buta memecah pesisir Desa Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Belasan makam terbongkar. Dua pemecah ombak jebol. Tidak kuat diamuk rob yang ditunggangi gelombang setinggi 4 meter.

***


BATULICIN - Saban tahun, banjir rob atau pasang air laut melanda pesisir Tanah Bumbu. Warga sudah terbiasa. Tapi yang terjadi Jumat (23/12) petang tadi berbeda. Rob datang bersama gelombang tinggi.

Hari itu, lepas azan asar, air pasang mulai naik. Tiba-tiba langit gelap. Di ujung horizon terlihat awan tebal bergulung-gulung dan pekat.

Para nelayan sudah mafhum dengan pemandangan itu. Alamat badai di depan mata. Benar saja, tak lama datang hujan disertai angin kencang.

Para pengendara banyak yang berhenti di Siring Pagatan. Yang bijak menunggu hujan reda. Yang nekat menerobos badai.

Saat itu, cipratan air sudah membasahi jalan raya. Dari kawasan objek wisata itu, terlihat gulungan ombak setinggi rumah. Warnanya cokelat. Gemuruhnya membuat nyali ciut. Alam sedang marah.

Truk yang biasa parkir di tepi pantai, ditinggal sopir yang menikmati pentol ikan, juga tidak terlihat. Sore itu mereka parkir di sisi jalan yang jauh dari pantai.

Kondisi mencekam terus berlangsung hingga malam hari. "Mulai surut sekitar pukul 23.00 Wita," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu, Sulhadi kemarin (25/12).

Esok hari, tepatnya Sabtu (24/12) pagi, barulah tergambar jelas betapa dahsyatnya rob yang ditunggangi gelombang 4 meter itu.

Sedikitnya tujuh bangunan milik warga rusak, belasan kuburan terbongkar, dan dua buah pemecah ombak jebol.

"Bencana ini terjadi di tiga kecamatan. Paling parah di Kusan Hilir, dua kecamatan lainnya adalah Batulicin dan Sungai Loban," sebut Sulhadi.

Di Kusan Hilir, tepatnya di Desa Kampung Baru, sekitar 100 meter dari Kubah Pagatan, belasan makam terbongkar. Ditemukan warga saat memeriksa sisa-sisa kerusakan akibat rob.

Tim gabungan turun. Lima belas tulang belulang dan satu jasad yang masih utuh dipindahkan ke Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Pagaruyung.

Sulhadi meminta warga tidak mengendorkan kewaspadaan. Yang tinggal dekat bibir pantai, sebaiknya menyingkir dulu.

Sebab Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, potensi bencana serupa masih bisa berulang sampai 29 Desember nanti.

Tidak ada pilihan untuk mencegah kerusakannya saat ini. Pun, pemecah ombak yang dibuat pemerintah beberapa jebol. Tidak kuat dihantam ombak tinggi.

"Perlu penambahan pemecah ombak," ujar anggota Komite Perencanaan Pembangunan Daerah Tanah Bumbu, Anwar Ali Wahab.

"Tapi menggunakan dinding laut yang bentuknya melengkung ke atas, lebih kuat. Bonusnya, desainnya juga bagus, jadi bisa menambah daya tarik wisata pantai," tambahnya.

Pria yang juga insinyur itu mengatakan, jika membangun penghalang, biayanya besar sekali.

"Juga perlu ditanami bakau di beberapa titik. Perlu konsep yang matang karena Pantai Pagatan itu objek wisata," pungkasnya.

Bencana di pesisir selatan Tanah Bumbu itu juga membuat pemecah ombak di Desa Beringin dan Sungai Loban rusak parah. Menjebol satu rumah di Sungai Loban. Dan menjebol bagian belakang rumah penduduk di Desa Beringin. (zal/gr/fud) Editor : Arief
#Cuaca Ekstrem #Ombak Tinggi