Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kasus Guru Ngaji Cabul di Kotabaru Dilimpahkan ke Kejaksaan

Muhammad Helmi • Selasa, 13 Desember 2022 | 11:19 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KOTABARU - Masih ingat dengan kasus guru majelis taklim yang menyodomi muridnya? Perkembangan terbaru, perkaranya sudah masuk tahap satu di Kejaksaan Negeri Kotabaru.

Kemarin (12/12), Kapolsek Kelumpang Hulu, Iptu Abdul Shomad mengatakan kepada Radar Banjarmasin, berkas kasus guru ngaji cabul itu sudah dilimpahkan penyidik ke jaksa penuntut untuk diteliti.

Tersangka berumur 40 tahun, namanya Abdul Mundzir Qohiry. Oleh masyarakat sekitar ia akrab disapa Guru Mundzir.

Korban diperkosa kala masih berumur 17 tahun. Kejadiannya pada Desember 2020. Diperkosa seusai santap sahur di rumah Guru Mundzir di Desa Sungai Kupang RT 08 Kecamatan Kelumpang Hulu Kabupaten Kotabaru.

Guru Mundzir memainkan dalil agama untuk menutupi perbuatan bejatnya. Dia menasihati korban agar menaati segala perintah sang guru jika ingin hidup selamat di dunia dan akhirat.

Belakangan terungkap, selain pelapor, masih ada empat murid lagi yang pernah dicabulinya.

Kapolsek menceritakan, pengajian yang dipimpin Guru Mundzir kini sudah bubar. Ditinggalkan oleh jemaahnya.

"Alhamdulillah, sekarang masyarakat mempercayakan semuanya kepada Polri untuk proses hukumnya," ungkapnya.

Iptu Shomad berharap, masyarakat Kotabaru menjadi lebih selektif dalam mengikuti seorang guru agama.

"Intinya, kalau ada yang agak menyimpang, apalagi mengarah pada hal-hal tidak senonoh, cepat saja dilaporkan kepada kami. Biar kepolisian yang memastikan apakah dugaannya betul atau tidak," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Sungai Kupang, Saleh menceritakan keadaan di desanya sudah kondusif.

"Sudah tidak heboh lagi. Masyarakat menyerahkan sepenuhnya pada kepolisian. Alhamdulillah kasus ini cepat diproses. Warga saya pun tenang," ujarnya.

Kades berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga. Terutama bagi anak muda. Jangan lagi diam ketika menjadi korban.

Dan bagi para orang tua, bisa lebih teliti dalam mencari sosok ustaz untuk digugu.

"Kalau warga melihat atau merasa ada yang menyimpang, secepatnya laporkan. Kami di sini mencari jalan terbaik demi keamanan desa," tutup Saleh. (jum/gr/fud)
Editor : Muhammad Helmi
#Kotabaru #Kriminal Pencabulan