Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Habis Grebek Tambang Emas di Kiram, Polhut Temukan Ratusan Kayu Tak Bertuan

Muhammad Helmi • Rabu, 30 November 2022 | 13:52 WIB
Foto ilustrasi (jawapos.com)
Foto ilustrasi (jawapos.com)
BANJARBARU - Setelah memergoki tambang emas ilegal di Kiram, Kabupaten Banjar, kali ini polisi kehutanan (polhut) menemukan ratusan kayu tak bertuan di Cantung, Kabupaten Kotabaru.

Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Kalsel, Pantja Satata mengatakan, ratusan potong kayu itu mereka temukan dalam patroli Minggu (27/11) malam.

Ada 155 potong kayu yang diamankan. Terdiri dari 95 potong jenis ulin dan 60 potong rimba campuran.

"Barang bukti sedang dibawa ke kantor polhut di Gang Pete, Banjarbaru," katanya kepada Radar Banjarmasin kemarin (29/11).

Tahun ini sudah berulangkali polhut menemukan kayu tak bertuan hasil penebangan liar (illegal logging). "Jumlah totalnya, kami belum merekapnya," ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar melapor bila mengetahui adanya pembalakan liar. Agar mereka bisa segera menangkap pelakunya. "Karena selama ini sulit sekali menemukan pelakunya," paparnya.

Terkait masih maraknya illegal logging, Kepala Seksi Pengamanan Hutan Kalsel, Haris Setiawan menyampaikan, patroli secara intens digelar jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

"Kami akan upayakan lebih intensif. Semoga upaya tersebut mampu mencegah dan mengurangi illegal logging," tegasnya.

Melalui perketatan patroli, petugas berulang kali menemukan tumpukan kayu, namun jarang sekali bisa menemukan pelaku atau pemiliknya. "Dugaannya, saat kami akan bergerak sudah ketahuan," ungkapnya.

Pembalakan liar masih marak di Kalsel. Seperti di KPH Hulu Sungai, Tabalong, Banjar, Tanah laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. "Selama ini semua wilayah yang ada hutannya, rata-rata memang rentan pelanggaran," katanya.

Selain informasi operasi yang kerap bocor, Dishut juga mengalami keterbatasan personel.

"Akses tempat kejadian juga cukup jauh. Makanya sering kali kami hanya menemukan barang bukti tanpa pelaku," pungkasnya. (ris/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#banjarbaru #Ilegal Logging #Tambang Ilegal