Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Selesai Main Game, Tiga Smartphone Mahasiswa Dicuri

Muhammad Helmi • Rabu, 30 November 2022 | 13:02 WIB
Foto ilustrasi (jawapos.com)
Foto ilustrasi (jawapos.com)
BANJARMASIN - Rizki Wahyudin (19) warga Kotabaru dan Muhammad Arifullah (19) warga Jalan A Yani Km 8 Manarap Kabupaten Banjar mendatangi markas Polsek Banjarmasin Utara, kemarin (29/11) siang. Kedua mahasiswa Uniska Banjarmasin ini melaporkan kasus pencurian yang dialaminya. Lokasi kejadian di Jalan HKSN Kompleks Surya Gemilang Blok L RT 23 Banjarmasin Utara.

Rumah itu ditempati Rizki dan beberapa orang keluarganya yang sama-sama berkuliah. Tiga unit smartphone raib. Mereka baru sadar telah hilang ketika bangun subuh. "Sekitar setengah lima saya bangun, baru sadar handphone kami hilang," ungkap Rizki, usai memberikan laporan ke SPKT Polsek Banjarmasin Utara.

Cerita Rizki, malam itu, bersama Arif dan tiga teman sekampusnya main bareng game. Di rumah berlantai dua itu, selain Rizki, juga dihuni beberapa keluarga perempuannya. Usai main game, tiga temannya pulang lebih awal. Arif memilih menginap, dan tidur di ruang depan. "Sekitar pukul 2 kami tidur. Teman kami yang bertiga sudah lama pulang. Sebelum tidur, kami isi baterai hp. Kami charger di ruang tengah," ceritanya.

Rizki langsung membangunkan Arif, menanyakan ke mana handphonenya. Sebaliknya, Arif menanyakan handphonenya. Mereka mengira orang rumah yang menyimpankan. Setelah ditanya, satupun tak ada yang mengetahui. "Kami cek ternyata pintu depan tak rapat. Kemungkinan ketika itu Arif lupa mengunci, dan pencuri bisa mudah masuk ke dalam rumah," bebernya.

Tiga smartphone tersebut dua milik Arif, dan satu milik Rizki. Pencuri juga mengembat tas bag milik Arif yang berisikan kunci motor dan rokok elektrik. "Yang hilang 2 hp milik saya, dan satunya milik Rizki," jelas Arif.

Arif mengaku tak menemukan jejak sama sekali tertinggal. Bahkan sempat mengira maling masuk dengan cara mencongkel. Ia mengakui jika lupa mengunci pintu."Saya mencoba mengingat, ternyata sebelum tidur merapikan motor.

Setelah itu, karena mata mengantuk, langsung tidur. Lupa mengunci rumah. Rumah juga tak ada pagar, sehingga mudah pelaku masuk," sebutnya.

Arif bersama teman kampusnya mencoba melacak keberadaan handphonenya. Namun, mereka hanya mengetahui titik terakhir di rumah itu. "Sepertinya pencurinya pengalaman. Soalnya handphone itu aktif di rumah, dan kemungkinan langsung dimatikan," katanya.

Kasus pencurian tersebut telah diterima oleh SPKT Polsek Banjarmasin Utara. "Laporan sudah kami terima, dan masih kami selidiki," ungkap Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, Ipda Sudirno.(lan/az/dye) Editor : Muhammad Helmi
#banjarmasin #Kriminal Pencurian