Dapat aduan seperti itu, petugas pun segera tancap gas. Di lokasi, tanpa basi-basi, langsung menyisir setiap sudut area Pinus Mentaos. Ternyata aduan tak terbukti.
"Jadi kita menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa marak remaja yang mesum di hutan kota Pinus Mentaos. Petugas pun melakukan pengawasan disana dan tidak ditemukan ada remaja yang mesum," kata Kasat Pol PP Banjarbaru, Hidayaturahman melalui Kasi Opsdal, Yanto Hidayat.
Meski serasa kena prank, petugas kata Yanto tak mengambil hati. Sebab, pengawasan dan patroli sudah menjadi bagian dari pekerjaan mereka dalam mengamankan ketertiban dan ketentraman umum di Banjarbaru.
"Itu sudah jadi bagian tugas kita, termasuk patroli ke tempat-tempat rawan. Baik ada laporan maupun tidak," jawab Yanto.
Petugas pun ujar Yanto lanjut patroli ke titik-titik lainnya. Kali ini sejumlah sejumlah pelanggaran ditemukan.
"Di Jalan HM Cokrokusumo, kita mendapati adanya tiga pedagang yang berjualan menyalahi aturan, petugas pun memberikan teguran dan diberikan surat peringatan agar tidak berjualan di area tersebut lagi," katanya.
Disambungnya, pelanggaran juga ditemukan di halte di Jalan Panglima Batur. Di titik ini, petugas kembali memberikan surat peringatan kepada pemilik warung yang menjadikan halte sebagai lapak jualan.
"Selanjutnya kita mendapati adanya seorang badut yang sedang mangkal di lampu merah Trikora Banjarbaru. Petugas menyita kostum badutnya dan memanggil pemilik kostum tersebut agar dapat berhadir di kantor satpol PP Banjarbaru," tuntasnya. (rvn/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi