Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Asyik Buang Hajat, Pantat Robek Digigit Buaya Saat Cebok

Muhammad Helmi • Senin, 14 November 2022 | 13:46 WIB
DIOBATI: Usai disambar buaya, Rahmad Riyadi (25) sedang ditangani di Puskesmas Perawatan Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu.
DIOBATI: Usai disambar buaya, Rahmad Riyadi (25) sedang ditangani di Puskesmas Perawatan Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu.
KOTABARU - Sedang membersihkan Buang Air Besar (BAB) di pinggiran sungai, seorang nelayan berumur 25 tahun malah disambar buaya. Gigitannya tepat terjadi di pantatnya. Itu dialami Rahmat Riyadi warga RT 02 Desa Karang Payau, Kecamatan Kelumpang Hulu.

Rahmat tidak pernah membayangkan pantatnya jadi incaran seekor buaya liar. Kejadian tersebut terjadi Kamis (10/11) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Rahmat buang hajat di tangga galangan kapal yang berada di belakang rumahnya. Betapa terkejutnya Rahmat, saat cebok tiba-tiba buaya langsung menerkam pantatnya yang baru selesai dibersihkan. Untung, Rahmat spontan menyelamatkan diri. Bergegas berdiri naik dari tangga, dan lari.

Rahmat masuk ke dalam rumah hendak mengambil parang. Buaya yang masih berada di sekitar tangga galangan kapal mau dibacoknya.

Pada saat itu, baru Rahmat sadar pantatnya mengalami luka robek. Rahmat langsung panik, dan memberitahukan ke orang tuanya. Rahmat dibawa segera ke Puskesmas Perawatan Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu.

Kapolsek Kelumpang Hulu, Iptu Abdul Shomad membenarkan kejadian digigit buaya tersebut. “Sekarang korbannya sudah ditangani di Puskesmas Sungai Kupang. Kondisinya korban mengalami dua mata luka. Luka robek terbuka pada bagian pantat sebelah kiri sepanjang 10 cm, dan sekitar 4 cm luka bekas gigitan buaya pada pantat sebelah kanan,” jelas Abdul Shomad mewakili Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar, kemarin.

Menurutnya, jajaran Polsek Kelumpang Hulu terus mengimbau kepada warga berhati-hati dalam melakukan aktivitas di Sungai Cantung. Khususnya di jam-jam malam. Pada saat gelap, buaya liar sedang mencari makan. “Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari warga Desa Karang Payau sering BAB di Sungai Cantung. Situasi di TKP malam hari dalam keadaan gelap, tidak ada penerangan lampu. Jadi gerakan korban mengambil air mengundang buaya liar mendekat, lalu menghantam korban,” ungkap Abdul Shomad.

Sepanjang aliran Sungai Cantung dihuni buaya muara liar. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, telah terjadi peristiwa warga disambar buaya sebanyak enam kali. Korban meninggal sebanyak dua orang. Empat orang luka-luka. Semua kejadian pada rentang malam hari.(jum/gr/dye)
Editor : Muhammad Helmi
#Kotabaru #diterkam buaya