Warga pun banyak terbangun, karena banyak bunyi sirene barisan pemadam kebakaran (BPK) Kabupaten Tapin yang merespons cepat. Puluhan mobil pemadam langsung ke lokasi yang tepatnya berada di RT 1 RW 1 ini.
Kepala Seksi (Kasi) Pencerahan dan Pengendalian Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Tapin, Idi Amin Azis menuturkan usai barisan pemadam kebakaran berusaha untuk memadamkan api, akhirnya dapat dipadamkan.
“Untuk kebakaran ini menghanguskan tiga buah rumah, satu kendaraan bermotor dan satu buah sarang burung walet,” tuturnya, Selasa (27/9) pagi.
Rinciannya, rumah atas nama Muhammad Noor, rumah atas nama Asmah terbakar seratus persen, lalu rumah atas nama amnah sekitar 60 persen dan kendaraan 100 persen.
“Lalu ada sarang burung walet, hanya sebagian atau sekitar 40 persen,” bebernya.
Sementara Kapolsek Bungur Iptu Tugiyana menjelaskan bahwa kebakaran ini berawal dari warga Desa Linuh melihat adanya nyala api berasal dari belakang rumah Amnah, kemudian memberitahukan hal tersebut lewat pengeras suara di mesjid Miftahul Jannah.
“Karena adanya pengumuman tersebut warga pun melaporkan ke tim BPK setempat dan selanjutnya memadamkan api dengan alat seadanya. Untuk api dapat dipadamkan sekitar pukul 01.40 Wita,” jelasnya.
Dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, diberitahukan Kapolsek kerugian sekitar 500 juta rupiah. Untuk korban jiwa tidak ada. “Penyebab sementara karena korsleting aliran listrik,” pungkasnya. (dly/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi