Menurut Fauzan, salah satu relawan damkar yang ikut berupaya memadamkan api. Pihaknya mendapat laporan ada kebakaran tersebut ketika api sudah tergolong cukup besar.
"Kita datang sudah cukup besar dan menjalar. Informasi karyawan yang ada di lokasi, sebelumnya mereka sempat berusaha memadamkan sendiri namun api terlalu besar," kata Fauzan.
Adapun kata Fauzan, api cenderung cepat membesar karena rangka bangunan didominasi kayu. "Api padam sekitar 40 menit setelah api pertama kali dilaporkan ada," katanya.
Terpisah, menurut pihak kepolisian, bahwa kebakaran tersebut tak mengakibatkan korban luka maupun jiwa. Hanya saja, kerugian ditaksir lebih dari Rp100 juta. Lantaran bangunan yang terbakar rupanya selain sebagai warung, juga merupakan tempat produksi tahu dan gorengan.
"Kerugian ditaksir mencapai Rp130 juta rupiah, ini juga termasuk beberapa benda lain yang terbakar seperti TV, kipas angin, kulkas, kompor gas, penggorengan hingga bahan baku," kata Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Tajuddin Noor.
Dilanjutnya, dari beberapa keterangan saksi yang ada. Bahwa dugaan penyebab kebakaran untuk sementara dikarenakan dari tungku api yang penggorengan yang disinyalir belum mati total pasca digunakan.
"Dan juga air pengganti minyak di wajan hanya terisi sedikit, sehingga menyebabkan air habis menguap dan api membakar wajan lalu menjalar ke area sekitarnya," kata Tajuddin. Keterangan lainnya katanya bahwa kegiatan operasional atau menggoreng terakhir kali dilakukan pukul 20.00 Wita. "Kuat diduga bara api masih menyala usai menggoreng tersebut," tuntasnya. (rvn/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi