Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warung Tahu Sumedang Terbakar, Diduga Tungku Api Penggorengan Belum Mati

Muhammad Helmi • Senin, 19 September 2022 | 10:57 WIB
DESAIN AWAL: Beginilah gambar rancangan atau desain stadion Banjarbaru yang rencananya berlokasi di Cempaka Banjarbaru.
DESAIN AWAL: Beginilah gambar rancangan atau desain stadion Banjarbaru yang rencananya berlokasi di Cempaka Banjarbaru.
BANJARBARU - Musibah kebakaran melanda sebuah rumah makan di wilayah Landasan Ulin Banjarbaru pada Sabtu (17/9) dini hari. Bangunan yang terbakar adalah rumah makan Tahu Sumedang di Jalan A Yani Km 25,5 Landasan Ulin. Insiden ini sendiri terjadi pada pukul 02.30 Wita. Yang mana saat itu diketahui bahwa kondisi rumah makan atau warung sudah dalam keadaan tutup.

Menurut Fauzan, salah satu relawan damkar yang ikut berupaya memadamkan api. Pihaknya mendapat laporan ada kebakaran tersebut ketika api sudah tergolong cukup besar.

"Kita datang sudah cukup besar dan menjalar. Informasi karyawan yang ada di lokasi, sebelumnya mereka sempat berusaha memadamkan sendiri namun api terlalu besar," kata Fauzan.

Adapun kata Fauzan, api cenderung cepat membesar karena rangka bangunan didominasi kayu. "Api padam sekitar 40 menit setelah api pertama kali dilaporkan ada," katanya.

Terpisah, menurut pihak kepolisian, bahwa kebakaran tersebut tak mengakibatkan korban luka maupun jiwa. Hanya saja, kerugian ditaksir lebih dari Rp100 juta. Lantaran bangunan yang terbakar rupanya selain sebagai warung, juga merupakan tempat produksi tahu dan gorengan.

"Kerugian ditaksir mencapai Rp130 juta rupiah, ini juga termasuk beberapa benda lain yang terbakar seperti TV, kipas angin, kulkas, kompor gas, penggorengan hingga bahan baku," kata Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Tajuddin Noor.

Dilanjutnya, dari beberapa keterangan saksi yang ada. Bahwa dugaan penyebab kebakaran untuk sementara dikarenakan dari tungku api yang penggorengan yang disinyalir belum mati total pasca digunakan.

"Dan juga air pengganti minyak di wajan hanya terisi sedikit, sehingga menyebabkan air habis menguap dan api membakar wajan lalu menjalar ke area sekitarnya," kata Tajuddin. Keterangan lainnya katanya bahwa kegiatan operasional atau menggoreng terakhir kali dilakukan pukul 20.00 Wita. "Kuat diduga bara api masih menyala usai menggoreng tersebut," tuntasnya. (rvn/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi
#banjarbaru #Kebakaran