Awal masalah tersebut bermula dari mobil mereka yang hendak terserempet di Jalan Hasan Basry,Rabu (14/9) sore.
Pengemudi Fortuner, berinisial R, warga Martapura, Kabupaten Banjar, hanya seorang sendiri. Sedangkan mobil Avanza, ditumpangi satu keluarga. Isinya beberapa orang perempuan dan seorang balita.
Menurut R, sore itu ia melaju dari arah dalam kota menuju Kayu Tangi Ujung. Tak jauh dari Bundaran Kayu Tangi, ia nyaris terserempet karena hilang kendali.
"Tidak terserempet, nyaris saja. Lalu, orang di dalam mobil itu meneriaki. Saya merasa tidak terjadi senggolam, saya teriaki balik," ungkapnya.
Ia pun tetap melaju kencang. Rupanya, rombongan mobil Avanza mengejar dan mendekati mobilnya. Di jalanan mereka saling teriak.
R tetap melaju, lantas berputar balik di U-Turn depan Indormart. Begitu pun mobil Avanza. Mereka lantas sama-sama berhenti di depan Karoeke Color Box.
"Saya hanya mulut saja. Tetapi salah satu dari mereka memukul. Jelas saya tak tinggal diam. Coba melawan. Ini jidad saya luka dan memar. Pokoknya tidak ada kata damai, saya adukan ke polisi," katanya.
Versi salah satu penumpang Avanza, mobil Fortuner terlihat tak terkendali. "Tak tau juga, tiba-tiba nyaris menyerempet mobil kami. Kaget dan di dalam ada anak saya masih kecil. Dia juga malah meneriaki kami orang kampung. Kami tak terima, lalu mengejar dia," cerita perempuan penumpang Avanza ini.
Ia pun mengaku tak mau berdamai. "Kami tak terima, dan lapor juga ke polisi," ujarnya.
Di lokasi kebetulan ada Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, Ipda Sudirno. Ia kebetulan lewat, mau pulang ke rumah. Keributan itu berhasil diredam. Mereka diajak ke markas polisi.
"Benar, mereka saling lapor. Keduanya sama-sama ingin menempuh jalur hukum, dan masih dalam proses," cetus Sudirno, Kamis (15/9).(lan)
Editor : Muhammad Helmi