Pelaku bernama Burhan, 59 tahun. Ia warga Jalan Kelayan Kecil Gang Haur Kuning RT 16, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Korban penipuan, Nurul Maulida, 59 tahun. Dia warga Jalan Karya Sabumi VII, Kompleks Kejaksaan RT 17, Banjarmasin Utara.
Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Agus Sugianto, melalui Kanit Reskrim, Ipda Sudirno menjelaskan duduk kasusnya. Pada Sabtu (16/7) siang, tak jauh dari kediaman korban, pelaku datang dengan mengendarai sepeda motornya.
Berpura-pura mencari alamat seseorang yang dikenalnya sebagai orang tuan guru. Tuan guru itu diceritakan bernama Guru Muhammad, tinggal di kawasan Jalan Karya Sabumi VII. Kawasan yang sama dengan korban.
Lantaran pelaku mengaku bukan orang Banjarmasin dan tidak tahu jalan menuju rumah yang dituju, pelaku pun meminta korban untuk menemani mencari di mana rumah sang tuan guru.
"Padahal Tuan Guru Muhammad itu rekan pelaku, yang sudah mengatur modus kejahatannya. Korban, lantaran tidak tahu ya menurut saja ketika pelaku meminta bantuan," ucapnya.
"Ada dugaan korban lebih dulu diperdaya dengan ilmu gendam," ungkapnya.
Singkat cerita, sampailah korban dan pelaku di rumah tuan guru. Saat bertemu dengan sang tuan guru, korban menurut penglihatan batin sang tuan guru, dinyatakan terkena guna-guna.
Malangnya, korban justru percaya. Tidak hanya itu, korban juga dicerikan sempat panik dan menanyakan bagaimana agar dia bisa terlepas dari guna-guna. Saat itulah, sang tuan guru atau pelaku kedua makin melancarkan aksinya.
"Ada syarat yang mesti dipenuhi si korban. Salah satunya, korban harus melepas perhiasan emas di badannya dan dimasukan ke dalam tempat lulur yang disediakan pelaku kedua," ucap Sudirno.
Saat korban lengah, pelaku pertama kemudian menukarkan tempat lulur yang berisikan emas dengan tempat lulur kosong. Tempat lulur itu kemudian diserahkan pelaku kedua kepada korban.
Dan korban diminta hanya boleh membuka tempat lulur itu dua hari kemudian. Korban pun, lantas diantar pulang oleh pelaku pertama, sedangkan pelaku kedua memilih meninggalkan mereka berdua lebih dulu.
Saat perjalanan pulang. Pelaku pertama kembali melancarkan aksinya, kali ini pura-pura kehabisan bensin. Pelaku lantas menyuruh korban untuk turun dari motornya.
Di saat bersamaan, korban sadar bahwa sesuatu yang tidak beres. Korban pun menahan motor pelaku dan berteriak meminta tolong, hingga warga pun berdatangan.
Pelaku berhasil ditangkap warga. Dan kebetulan pula ada polisi di situ. Saat itu, korban pun lantas membuka kotak lilur yang ada padanya. Ternyata isinya kosong.
Setelah dicek, kotak lulur yang berisi perhiasan korban, ada di tangan pelaku. Tak pelak, pelaku pun langsung digiring ke polsek untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami sudah mengamankan barang bukti. Ada dua buah cincin emas dengan total berat 10 gram. Dan kalung emas seberat 10 gram," tambah Sudirno.
Sedangkan pelaku kedua yang mengaku tuan guru, saat ini masih dalam pengejaran.
"Identitasnya sudah kami kantongi dan tinggal mencari keberadaannya," pungkasnya. (lan/az/war) Editor : Muhammad Helmi