Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mayat Laki-Laki Tergeletak di Tengah Jalan, Diduga Laka Tunggal

Muhammad Helmi • Selasa, 5 Juli 2022 | 13:46 WIB
TEMUAN: Mayat Syarkani ditemukan warga di semak jalan Desa Panangian Kecamatan Amuntai Utara Senin (4/7) sekitar pukul 08.30 Wita. FOTO: MUHAMMAD AKBAR/RADAR BANJARMASIN
TEMUAN: Mayat Syarkani ditemukan warga di semak jalan Desa Panangian Kecamatan Amuntai Utara Senin (4/7) sekitar pukul 08.30 Wita. FOTO: MUHAMMAD AKBAR/RADAR BANJARMASIN
AMUNTAI - Warga Desa Panangian Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara, dihebohkan penemuan sosok mayat laki-laki tergeletak di tengah jalan desa tepatnya di jalan sepi RT 01, Senin (4/7) sekitar pukul 08.30 Wita, kemarin.

Mayat yang sebelumnya misterius ini berhasil diidentifikasi bernama Syarkani (32) warga Desa Panangian RT 02 RW 02 Kecamatan Amuntai Utara.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK melalui Kasi Humas Polres HSU Iptu Momo Jhon Rodok pada sambungan WhatsApp, membenarkan temuan mayat laki-laki tanpa identitas di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara.

"Jadi menurut informasi Kapolsek Amuntai Utara Ipda Rosyid Ari Prabowo, mayat ditemukan di semak-semak dalam keadaan tersungkur. Dan setelah ditemukan jasadnya dipindahkan warga ke tepi jalan," kata Iptu Jhon.

Untuk pihak keluarga mayat, jawab Iptu Jhon, sudah mengetahui dari keterangan saksi bahwa Syarkani ditemukan dan keluarga langsung mendatangi lokasi dimana Syarkani ditemukan meninggal.

"Minggu tanggal 03 Juli 2022 sekitar pukul 20.30 Wita korban berangkat menggunakan motor. Korban pamit untuk mencari ikan dengan sistem menjala atau jaring," jawabnya.

Keterangan yang didapat dari pihak keluarga masih terang Iptu Momo, bahwa Syarkani memang berprofesi sebagai pencari ikan dengan cara menjala ikan di malam hari.

Bahkan lanjut Iptu Momo, pihak keluarga menjelaskan bahwa korban semasa hidup memang sering terjatuh sendiri saat berkendara.

Hasil identifikasi oleh tim Inafis Polres HSU di lokasi, kemungkinan dugaan korban meninggal di semak-semak tersebut akibat terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal.

Tak hanya itu, pihak keluarga tidak ingin untuk dilakukan otopsi, sehingga dibuatkan surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi.

Hasil analisa dokter yang melakukan visum pada jasad korban, tidak ditemukan adanya luka robek yang bersentuhan dengan benda tajam. (mar/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi
#Penemuan Mayat #Amuntai