Tri Fatimah mungkin sudah tidak asing bagi warga marabahan. Wanita yang aktif berorganisasi ini merupakan owner Anyaman Bahalap. Di tangan kreatifnya, bakul purun yang biasanya hanya dibawa ke pasar, kini bisa dibawa kemana saja. Tak terkecuali untuk nongkrong sekalipun.
Tidak hanya bermain warna, bakul dibuat semenarik mungkin. Terutama dengan tulisan yang bisa dipesan sesuai keinginan pemesan. Semua huruf bisa dibuatnya di bakul. "Alhamdulillah dengan cara ini penjualan bakul menjadi meningkat dan harganya menjadi lebih tinggi," ujar Tri.
Tri mengatakan, untuk bakul biasa tanpa motif ataupun tulisan, berkisar Rp4 ribu. Sedangkan untuk yang bermotif dan bertulisan, minimal bakul kecil, dengan harga Rp15 ribu. Bahkan hingga harga Rp150. Tergantung dengan jenis bakul dan tingkat kesulitannya.
"Pelanggan bisa memesan ukuran maupun nama yang diinginkan. Semua huruf bisa dibuat," ujarnya.
Hanya saja sebut Tri, ada sedikit kendala yang dialaminya. Purun danau yang dibuatnya, hanya mempunyai beberapa warna saja. Seperti warna hijau, merah, ungu, dan warna aslinya. "Warna masih terbatas, hanya itu saja yang kami miliki.
Selain itu, wanita yang termasuk pelaku UMKM maju di Marabahan ini mengatakan, dirinya terus berinovasi. Tentunya masih bergelut dengan purun dan anyaman. Tidak hanya bakul semata. Kini dirinya membuat kotak tisu dan suvenir. "Kini merambah ke dunia souvenir. Alhamdulillah untuk inovasi ini sudah di pesan orang nomor satu di Batola," ceritanya. (bar/al/bin)