Pelaku diketahui bernama Misar alias Isar. Pria berusia 43 tahun ini merupakan warga Gang Muhajirin Kelurahan Kampung Jawa Martapura Kabupaten Banjar.
Isar sendiri dicokok tim gabungan pada Rabu (30/3) pukul 03.00 Wita. Ia digerebek sedang bersembunyi di wilayah Angsau Kabupaten Tanah Laut. Kini, Isar pun diamankan di Mapolres Banjarbaru.
"Setelah dilakukan penyelidikan terkait kejadian pembunuhan tersebut, tim akhirnya mengantongi identitas pelaku dan terkait kabar keberadaannya," kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor.
Dalam memburu tersangka, tim gabungan kata Tajuddin harus menyambangi beberapa titik. Sebab, pelaku dalam pelariannya diketahui sigap berpindah-pindah tempat.
"Pelaku sempat bersembunyi di wilayah Aranio, lalu ke wilayah Tanjung Rema Martapura, kemudian ke Banjarmasin, setelah itu ke Sarang Halang Tanah Laut dan terakhir berhasil diringkus di Angsau," tuntasnya.
Dari informasi terhimpun diketahui jika sebelum terjadi insiden berdarah, pelaku sempat berselisih paham dengan korban. Seusai kafe tutup, rupanya perselisihan itu makin menjadi-jadi hingga berujung penusukan.
Diketahui, dari informasi yang dibeberkan oleh Macan Kalsel lewat akun resmi Instagram mereka, jika kedua pihak ini semula terlibat cekcok gegara korban memukul pelaku.
Diceritakan jika pelaku Misar bersama sejumlah rekannya tengah menggelar pesta miras di TKP. Sementara korban juga diketahui menggelar pesta serupa dengan rekan-rekannya.
Entah apa yang mendasarinya secara rinci, korban rupanya terlibat cekcok dengan rekan pelaku berinisial ER. Pelaku yang melihat kejadian itu bermaksud membela rekannya, namun sialnya pelaku mendapat pukulan.
Merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut terlebih korban disebut sempat menantang pelaku. Pelaku Misar memutuskan untuk pulang dengan maksud mengambil sajam sebanyak dua buah.
Dengan diantarkan oleh rekannya yakni M Fadliyannor yang belakangan juga menjadi tersangka lain, pelaku menyambangi korban yang ia ketahui masih santai di depan kafe tersebut.
Tanpa banyak basa basi, pelaku yang mendapati korban segera membangunkannya dan segera menikam bagian perut korban. Diketahui saat itu kondisi korban dalam keadaan mabuk berat sehingga tak bisa maksimal memberikan perlawanan.
Karena lunglai akibat pengaruh minuman keras, korban secara membabi buta ditikam oleh pelaku dan tak bisa menghindar. Bahkan saking tragisnya, salah satu belati yang digunakan pelaku sampai patah dan masih tertancap di punggung korban.
Seusai menghabisi korban, kedua pelaku yakni MS dan MF kemudian berpisah untuk melarikan diri ke tempat persembunyian masing-masing. Hingga tak berselang lama, keduanya berhasil diringkus di lokasi berbeda.
Adapun, untuk pelaku MF diamankan di wilayah Aranio Kabupaten Banjar. Sementara pelaku atas nama MS digerebek di sebuah rumah bedakan di wilayah Sarang Halang Tanah Laut.
Karena pelaku MS sempat berusaha melawan petugas hingga mengeluarkan sajam, tim kepolisian diketahui sampai harus melakukan tindakan terukur dengan menghadiahi timah panas di bagian kaki pelaku.
Pelaku sendiri akan disangkakan dijerat pasal 340 KUHP terkait tindak pidana pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.
Sementara itu secara terpisah, pengelola Booze, Jaky memberikan konfirmasinya. Ia membantah jika kejadian perkelahian itu terjadi di dalam kafenya dan saat operasional berlangsung.
Diklaimnya bahwa ketika kejadian kondisi kafe sudah tutup. Yang mana turut diakuinya bahwa antara korban dan pelaku memang sempat terjadi cekcok, tepatnya adu mulut.
"Sempat dilerai oleh keamanan kita, hampir satu jam kita berusaha memisahkan. Setelah itu posisi kita sudah tutup dan karyawan pulang semua, kita tidak tahu lagi setelahnya apa," katanya.
Memang menurut Jaky, korban sempat terkesan menantang pelaku usai berhasil dilerai. Yang mana korban melontarkan kata provokatif yang mengisyaratkan jika ia tidak takut bahkan mengajak duel kepada pelaku.
"Dari kita lihat di rekaman CCTV, rupanya sekitar pukul 04.00 Wita itu mereka kembali bertemu di depan (kafe). Nah disinilah perkelahian itu terjadi, rupanya pelaku membawa sajam," ujarnya yang tak mengetahui siapa sosok pelaku ini.
Atas insiden berdarah ini, ia mengaku akan jika pihaknya akan mengevaluasi penuh dan berlaku kooperatif. "Kita sudah koordinasi dengan pihak dinas dan juga kepolisian," pungkasnya. (rvn/ij/bin) Editor : Arief