Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Yaqut Diminta Bertobat dan Minta Maaf

Arief • Sabtu, 5 Maret 2022 | 18:11 WIB
DEMO: Massa berdemonstrasi di depan kantor Kemenag Kalsel memprotes pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN 
DEMO: Massa berdemonstrasi di depan kantor Kemenag Kalsel memprotes pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN 
BANJARMASIN - Puluhan massa menggeruduk Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel kemarin. Mereka membawa berbagai poster bertuliskan protes terhadap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Yaqut Cholil Qoumas diminta bertobat serta meminta maaf kepada seluruh umat muslim di dunia. Setelah pernyataanya menyamakan suara azan dengan gonggongan anjing beberapa waktu lalu. Dia juga diharamkan berpijak di tanah Kalimantan Selatan.M

“Pernyataan Yaqut yang menyamakan suara azan dengan gonggongan anjing, sangat menyakitkan perasaan kami sebagai umat Muslim,” koar Israhuddin, salah satu oratar yang disambut pekikan takbir.

Dengan lantang dia menyebut, suara azan adalah sebuah pesan atau bentuk peringatan dan seruan kepada umat muslim. “Azan adalah suara yang sakral dan mulia bagi umat muslim untuk memanggil Salat. Kami ingin Presiden bersikap tegas. Ini sudah menimbulkan kegaduhan,” tekannya.

Orator lain, Ridho menyampaikan, pernyataan Yaqut sungguh menyakitkan dirinya sebangai umat Islam. Dia meminta agar Yaqut segera bertobat dan meminta maaf kepada seluruh umat Muslim di dunia. “Segera bertobat dan mengikuti ajaran syariat Islam sebagaimana mestinya,” katanya disambut takbir massa.

Ridho meminta kepada semua umat Islam untuk menyuarakan protes ini dan tak berdiam. Pasalnya, pihaknya khawatir jika dibiarkan ajaran Islam yang selama ini menjadi pegangan akan hilang. “Ini membuat gaduh. Mari umat musilm suarakan bersama,” cetusnya.

Massa kemudian memberikan surat pernyataan melalui Kemenag Kalsel agar hal seperti ini tak terulang lagi. Pihaknya menjanjikan tak akan diam, dan akan datang kembali dengan jumlah massa yang lebih besar jika tak ada tanggapan. “Kami akan datang lagi dengan jumlah lebih banyak,” janjinya.

Selain memberikan surat pernyataan, mereka juga membacakan surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Yaqut. Salah satu isinya adalah, pernyataan Yaqut termasuk penodaan agama yang dinilai sangat fatal dan lebih parah dibandingkan saat kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok lalu.

Menerima surat pernyataan sikap, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Thambrin tak banyak bicara. Dia hanya meminta dan mendoakan agar kondusifitas daerah terus terjaga. “Saya terima aspirasi ini, semoga Banua kita Kalsel aman dan damai,” ucapnya. (mof/by/ran) Editor : Arief
#Demo Warga #Mic Masjid #polemik