Jumadi mengatakan bahwa Kamis (17/2) sore dikabari staf dari bagian umum dinas bahwa ada penipu yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta anggaran untuk keperluan dinas. Bahkan meminta semua data anggaran tahun 2022 yang ada di dinasnya.
Berhubung bendahara dinas merasa curiga, akhirnya berinisiatif menginformasikan oknum penelepon gelap tersebut. "Pak, apa benar bapak ada meminta anggaran dan data anggaran, tanya staf saya. Sontak saya kaget, dan menjawab tidak ada. Toh hari ini (Kamis, Red) baru perdana tugas setelah dilantik sebagai Kadisdikbud HSU," sebut Jumadi menceritakan pada wartawan koran ini lewat WhatsApp, kemarin.
Nomor telepon oknum tersebut +62 822-9996-8833. Sebagai langkah antisipasi, mantan Sekretaris Dinas Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten HSU ini langsung menyampaikan nomor yang aktif digunakannya kepada jajaran. Termasuk kepala satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud HSU.
"Kalau ada yang mengatakan saya meminta ini itu, tolong tidak direspons, atau bisa mengonfirmasi langsung ke dinas kami," imbaunya. Pihaknya tidak melaporkan pencatutan itu ke pihak berwajib.
Kapolres HSU, AKBP Afri Darmawan SIK mengatakan oknum mengaku aparat maupun pejabat lewat telepon dan dunia maya atau cyber memang tengah marak. Tak jarang jatuh korban lewat aksi penipuan tersebut. Saat Satreskrim melakukan pengecekan nomor telepon oknum penipu tersebut ternyata terpantau di Pulau Jawa dan Sulawesi.
Rata-rata penipu mengaku anggota atau pejabat untuk meminta uang. Mereka merupakan sindikat yang sudah berjalan sejak dulu. "Hanya membagikan tips apabila ada oknum mencatut nama pejabat, lebih baik langsung menelepon ke nomor pejabat yang bersangkutan, atau datang langsung ke dinas atau kantor pejabat tersebut," sarannya.
Hal serupa pernah terjadi pada Desember 2021 lalu. Penipu modus telepon seluler tersebut mencatut nama salah satu pejabat di Kejaksaan HSU dengan meminta dana sebesar Rp10 juta. Alhasil korban dengan mudah mentransfer uang ke rekening penipu tanpa berkoordinasi dengan pihak kejaksaan atau pejabat yang dicatut tersebut. "Jadi kami tidak pernah meminta dana pada orang yang tersangkut masalah hukum. Saat kami cek penipu modus telepon seluler terpantau di wilayah Kota Bogor Jawa Barat," kata Kasi Intel Kejaksaan HSU, Rudi Firmansyah.(mar/yn/dye)
Tips Cegah Spam Call
1. Lebih hati-hati dengan nomor tidak dikenal saat ditelepon. Jika nomor tidak ada dalam kontak sebaiknya waspada dan berbicara singkat. Jika penting pasti akan SMS atau WhatsApp mengenalkan diri.
2. Jika ditelepon jangan buru-buru diangkat. Terlebih kode nomor tersebut serupa, lebih baik tidak angkat sebab ditakutkan Spam Call.
3. Penelepon tidak tahu nama Anda, dan berupa menggiring untuk menyebut nama Anda, dan akhirnya sok akrab juga perlu diwaspadai.
4. Tidak jelas dalam menyampaikan informasi, dan penelpon terkesan bertele-tele juga patut diwaspadai.
5. Jangan terpancing memberikan informasi baik data administrasi kependudukan Anda yang sifatnya sangat privasi. Langsung putus sambungan telepon.
6. Install aplikasi pendeteksi nomor telepon baik Hp Android dan iOS.
(Sumber: Berbagi Radar Banjarmasin) Editor : Arief