Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Andika Mulrosa menjelaskan, penerangan dan lampu hias jembatan di perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala itu tidak berfungsi lantaran kabelnya dicuri.
"Karena ini kabel utilitas khusus, maka perlu waktu untuk pengadaan dan perbaikannya," ujarnya, kemarin (4/2).
Tak kalah penting, laporan ke kepolisian sedang diproses. "Agar ada efek jera untuk pencurian ini," tegasnya.
Agar tidak terulang di masa mendatang, di kawasan jembatan akan dipasang CCTV alias kamera pengintai.
"Setidaknya untuk meminimalisir tindak kriminal di area jembatan," harapnya.
"Kami kaget juga kabel utilitas ini bisa hilang. Padahal jembatan ini kan lokasinya di tengah-tengah kota. Bayangkan kalau jauh dari kawasan perkotaan," tambahnya.
Dia berharap, masyarakat bisa ikut membantu ikon Kalimantan Selatan ini. Bila warga sekitar atau pengendara melihat gerak-gerik yang mencurigakan, maka segera laporkan.
"Ada rasa tanggung jawab besar untuk menjaganya. Bagaimanapun, jembatan ini dibangun untuk kepentingan masyarakat," tutup Andika.
Diwartakan sebelumnya, Dinas Perhubungan Banjarmasin menegaskan, pihaknya hanya bertanggung jawab untuk membayar tagihan listrik penerangan jembatan tersebut.
"Ada beberapa kabel yang dicuri. Kabel dari lampu menuju konektor. Posisi kabel ini berada di bawah jembatan," kata Plt Kepala Dishub Banjarmasin, Slamet Begjo. (war/at/fud) Editor : Arief