***
BANJARMASIN - Sasarannya adalah tong sampah yang dihias sketsa rumah adat Banjar. Awalnya dilaporkan hanya dua penutup bak sampah berbahan besi dan lapisan dalam bak berbahan alumunium yang dicuri.
Namun, pantauan Radar Banjarmasin kemarin (24/1) siang, ternyata hampir semua bak sampah yang menjadi korban pencurian.
Keadaannya memprihatinkan. Rangka bak terpelintir. Diduga karena dicongkel paksa oleh si maling. Bak-bak yang rusak itu kemudian diamankan ketua rukun warga setempat.
Salah seorang warga, M Zaini menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada 3 Januari lalu. "Baru ketahuan keesokan paginya," ujarnya.
Seingatnya, ada belasan bak sampah yang diletakkan di siring tepian Sungai Martapura tersebut.
Sebagian berada di wilayah Kelurahan Sungai Baru, sebagian lagi di Kelurahan Pekapuran Laut.
Tak hanya bak sampah, bangku taman dari besi cor pun turut menjadi korban. Nyaris ikut dijarah. "Ada beberapa baut kursi yang hampir terlepas," bebernya.
Ketua RW 01 Kelurahan Sungai Baru, Pantjaguna Pangestu mengatakan, sebenarnya fasilitas itu sudah dikunci agar tak mudah dicuri.
"Saat kami jalan-jalan untuk mengontrol siring, kami mendapati dua bak sampah yang gemboknya sudah dirusak. Penutupnya hilang, demikian pula dengan lapisan aluminium di dalamnya, sudah hilang," ceritanya.
"Tiga hari kemudian, ada laporan bak-bak sampah lain yang dirusak. Tapi belum sempat dicuri," tambahnya.
"Kami sudah berjaga di malam hari. Tapi tak pernah memergoki pencurinya. Kami menduga perusakan hingga pencurian itu dilakukan pada saat warga melaksanakan ibadah salat subuh," tebaknya.
Agar bak sampah tetap bisa digunakan, lapisan aluminiumnya kini mereka ganti dengan plastik besar biasa. Dan tak satu pun yang memakai penutup.
"Peristiwa kehilangan ini sudah kami laporkan ke dinas PUPR. Kemudian, fasilitas yang kami amankan juga diserahkan ke sana," pungkas Pantjaguna. (war/at/fud)
Ketua RW Usulkan Pos Jaga
Pembenahan Siring Kampung Ketupat dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin pada tahun 2021 kemarin.
Selain membenahi lantai siring dan pagarnya, juga diletakkan saung, bangku taman, bak sampah dan tugu. Total menghabiskan anggaran Rp1,2 miliar.
Maka kerusakan dan pencurian itu tentu membuat Kepala Bidang Sungai PUPR, Hizbul Wathony merasa miris.
"Awal Januari, sewaktu ada bak sampah yang hilang, kami memilih untuk mengamankan sisanya," ujarnya kemarin (24/1).
Thony pun masih mencari-cari cara bagaimana agar pencurian sarana di ruang publik ini bisa dihentikan.
"Karena ada harganya, maka dicuri. Sekarang masih kami diskusikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," tambahnya.
Ke depan, ada niatan untuk menyerahkan bak-bak sampah itu kepada petugas DLH. "Soal pengawasannya, dikomunikasikan dengan Satpol PP," jelasnya.
Warga Sungai Baru, M Zaini menuturkan, siring itu selalu ramai dengan warga yang hendak berolahraga atau sekadar bersantai di tepi sungai.
Persoalannya bukan sekadar pencurian atau perusakan. Karena juga ada tawuran rutin remaja pada akhir pekan.
"Ada juga remaja yang ngelem. Kami sudah sering menegur. Tapi, menjauh hari ini, besoknya kembali lagi. Kami heran juga," akunya.
Sementara Ketua RW 01 Sungai Baru, Pantjaguna Pangestu meminta pemko bertindak. Misalkan dengan membangun pos jaga di kedua ujung siring.
"Karena malam Minggu atau liburan akhir pekan situasinya rawan," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin berjanji akan berpatroli ke sana. "Kami juga baru tahu di sana sering ada tawuran," ujarnya.
Soal pos jaga, menurutnya Linmas sudah memilikinya di taman maskot Patung Bekantan, hanya terpisah Jembatan Dewi dari Kampung Ketupat. "Sekarang kami masih berbenah untuk ketersediaan personelnya," janjinya. (war/at/fud) Editor : Arief