Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Razia BNN di THM Banjarbaru, Ternyata Mahasiswi pun jadi 'Pemakai'

Muhammad Helmi • Jumat, 26 Juli 2019 | 10:36 WIB
razia-bnn-di-thm-banjarbaru-ternyata-mahasiswi-pun-jadi-pemakai
razia-bnn-di-thm-banjarbaru-ternyata-mahasiswi-pun-jadi-pemakai

BANJARBARU - Alunan musik keras di tempat hiburan malam (THM) mendadak setop. Para penikmat wahana karaoke di Banjarbaru kaget. Tampak mereka bingung ketika beberapa orang petugas masuk ke dalam room.


Ya, Petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru khususnya dari Seksi Berantas menggelar sidak di THM yang ada di Banjarbaru. Razia digelar Rabu (24/7) dari pukul 21.00 Wita hingga larut malam.


Lembaga anti narkotika ini melakukan pengawasan dan deteksi dini penyalahgunaan serta peredaran barang haram. Yang mana THM kerap dijadikan para pengguna sebagai wadah menikmatinya.


Berangkat dari kantor BNNK Banjarbaru di Jalan Trikora. Puluhan petugas menyisir beberapa THM seperti Karaoke. Baik dari Jalan A Yani hingga wilayah Trikora.


Dalam giat kali ini, beberapa THM tampak ramai pengunjung. Baik yang muda-mudi hingga dari segmen keluarga. Semuanya diperiksa oleh petugas. Mulai mengecek identitas diri, menggeledah barang sampai tes urine.


Selama kurang lebih melakukan sidak selama lebih dari tiga jam. 13 orang pengunjung THM yang terdeteksi menggunakan narkotika diamankan. Ini usai petugas mendapati hasil awal selepas mereka di tes urine.


Mereka yang didata di THM langsung didata. Jika ada indikasi awal meski samar tetap diangkut. Untuk diperiksa lebih lanjut di Kantor BNNK Banjarbaru.


"13 orang yang terindikasi awal kita bawa ke kantor. Mereka ini diamankan dari berbagai tempat karaoke. Untuk jenis kelamin ada laki-laki dan perempuan," kata Penyidik Pratama BNNK Banjarbaru, Bripka Dedi Eko yang memimpin sidak.


Ketika diamankan, belasan pengunjung dari berbagai profesi dan usia ini tidak melakukan perlawanan. Mereka kooperatif ketika diminta penggeledahan hingga tes urine.


"Untuk barang bukti (narkotika) tidak ada kita temukan. Hanya pengunjung yang terindikasi usai tes urine," kata Dedi.


Dari hasil giat tersebut. Menurut Dedi kebanyakan mereka yang terindikasi menggunakan narkotika ketika sebelum ke lokasi THM. Yang mana jelasnya hal ini kerap lepas dari pengawasan pengelola THM.


"Mereka ini kebanyakan menggunakannya di luar. Baru enjoynya saat di dalam. Makanya THM rawan dijadikan wadah mereka menikmatinya. Barang bukti pun tidak ditemukan lantaran sudah dikonsumsi di luar," beber Dedi.


Selama pemeriksaan atau disebut asessment oleh pihak BNN. Dari tiga belas yang terjaring, tiga dinyatakan positif menggunakan narkotika.


"Tiga positif setelah kita periksa. Mereka adalah SN (31) dan MTA (27) menggunakan methametamin (sabu-sabu), lalu ada KI (31) yang menggunakan benzoat," terang Dokter Daryl Alfitriz, Dokter Klinik Pratama BNNK Banjarbaru.


Dalam pemeriksaan, menurut Daryl mereka yang positif maupun terindikasi sebagian besar berprofesi sebagai pekerja kasar. Baik seperti karyawan lapangan di suatu perusahaan, driver dan security.


"Tapi ada juga yang berstatus mahasiswi. Namun masih didominasi pekerja dengan rentang usia 20 sampai 30 tahun ke atas," tambahnya.


Terkait tindaklanjut kepada pengunjung yang positif. Kasubbag Umum BNNK Banjarbaru, Susanti menegaskan pihaknya akan merehabilitasinya. "Kita lakukan rehabilitasi. Bisa rawat jalan atau rawat inap. Tergantung tingkat ketergantungan mereka, ada yang kecanduan ada yang tidak," katanya.


Selain itu, keluarga baik orang tua maupun istri/suami (bagi yang sudah berkeluarga) kata Susanti akan dipanggil. "KTP mereka sementara kita tahan. Kalau keluarga juga akan dipanggil," tukasnya.


Adapun tujuan razia digelar, Susanti mengatakan ini sebagai bentuk pengawasan langsung terkait potensi penyalahgunaan narkoba. Hal ini pun katanya juga masuk dalam program P4GN (Pncegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).


"Razia akan dilakukan secara berkala dan menyasar areal rawan. Untuk waktunya kita belum bisa beberkan. Yang jelas kita akan melakukan pemantauan," bebernya.


Saat ini peredaran barang haram narkotika khususnya jenis sabu terus bergeliat di Kota Banjarbaru. Selain yang sudah diamankan pihak BNNK. Beberapa waktu terakhir, Satresnarkoba Polres Banjarbaru juga kerap mengungkap kasus ini. (rvn/bin/ema)

Editor : Muhammad Helmi