BANJARMASIN- Kasus penyiraman air keras kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Asep Syarifudin, mulai menemui titik terang.
Tim Gabungan Polda Kalsel yang diback-up tim Mabes Polri berhasil mendapatkan bekas sidik jari di wadah bekas menampung cairan itu. Gelas plastik itu ditemukan di lokasi kejadian oleh sang eksekutor.
Yang menarik, sempat berkembang isu bahwa Asep sebenarnya adalah korban salah sasaran. Kasus ini sendiri mendapat atensi pimpinan Polri karena menimpa korban orang nomor satu di jajaran Lembaga Pemasyarakatan se Kalsel.
Sayangnya, Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Komisaris Besar Pol Sofyan Hidayat tidak memberikan tanggapan. Dia terkesan enggan membalas usaha konfirmasi dari wartawan. Pesan melalui Whatsapp, terlihat hanya terbaca tanpa dibalas.
Kabag Program dan Humas Kanwil Kemenkumham Kalsel Sigito mengatakan pihaknya belum menerima kabar terbaru terkait perkembangan kasus yang menimpa Pak Asep.
“Belum ada laporan atau terima informasi terkait perkembangan kasus Pak Asep. Ini saya juga mau menjenguk Pak Asep, mengetahui kondisinya lagi setelah operasi dan sekaligus menanyakan perkembangannya juga,” jawab Sugito, Selasa (4/12) malam.
Asep Syaripuddin disiram air keras oleh seorang pria misterius, Selasa (20/11) malam sesaat keluar dari halaman parkir sebuah kafe di Banjarmasin.(lan/ay/ran)
Editor : Arief