BANJARMASIN - Keheningan pecah di Kelurahan Benua Anyar, Banjarmasin, pagi kemarin. Dua jasad ditemukan tergeletak di semak-semak Jalan Pangeran Hidayatullah. Di dekat mereka ada sepeda motor yang telah rusak.
Itu adalah jasad Hijri Rahmi Ibrahim (27) warga Jalan Veteran Gang 9, dan Noor Kholis (29) warga Veteran Gang Nuasa Indah, Banjarmasin Timur. Jasad keduanya ditemukan pertama kali oleh pejalan kaki yang melintas.
Melihat dari kondisinya, itu adalah peristiwa kecelakaan meski tak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Yang paling mungkin, diduga penyebab meninggalnya mereka karena kecelakaan tunggal. Dua orang malang itu berboncengan dengan Suzuki Satria F nopol KH 4764 TF melaju dari arah jembatan Benua Anyar, menuju arah Gatot Subroto. Motor terlalu kencang hingga oleng ke lajur sebelah dan menabrak tiang telepon.
“Tadi malam atau subuh tidak ada mendengar suara tabrakan. Katanya pejalan kaki yang melihat pertama dan mengabarkan ke satpam di gedung itu,” ucap Syahlan warga yang tinggal persis berseberangan dengan lokasi penemuan.
Menurutnya kejadian serupa sering kali terjadi dan memakan korban sudah. Sudah beberapa kali. “Kalau kecelakaan luka-luka dan patah sering disini, penyebabnya selalu kecelakaan tunggal tidak ada lawannya, memang kawasan ini dikenal rawan dan angker,” ujarnya.
Warga sendiri memang banyak berspekulasi atas apa yang terjadi. Mereka mengira kecelakaan tunggal tersebut berbau mistik. Wajar saja Jalan tersebut dikenal warga Benua Anyar dan Pengambangan memang dikenal angker rawan dengan kecelakaan.
“Jalannya kan membelok, tapi tidak terlalu tajam juga, kata warga asli orang disini memang angker,” ujar Syahlan.
Menurutnya sebelum dibuat Jalan, kawasan ini dikenal dengan sebutan pulau Kadap.
Sanusi (71) warga asli Jalan Benua Anyar mengatakan sebutan Pulau Kadap persis di tikungan depan Jalan masuk ke SMPN 14 hingga Jalan Benua Anyar arah ke dalam. Disebut dengan pulau Kadap, karena disana dulunya banyak pepohonan dan apabila berjalan disana tak terasa dengan sengatan matahari karena rimbun, sehingga matahari sulit menembus.
Sementara kondisi korban mengalami luka di beberapa tubuhnya dan setelah diidentifikasi, jasad korban dievakuasi kekamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Kepolisian Satlantas Polresta Banjarmasin dan Polsekta Banjarmasin Timur pun berdatangan untuk menangani kecelakaan tersebut. Mereka masih menyelidiki penyebab kematian.(lan/by/ran)
Editor : Arief