Begitu diturunkan di dermaga 107 pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (19/3), delapan mobil mewah itu langsung menarik perhatian. Selain harganya selangit, semua plat nomornya sama, 232. Semua yang menyambut bertanya-tanya: Apa arti angka itu bagi Latif?
Mobil-mobil barang sitaan KPK dari kasus korupsi Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif sudah sampai di Jakarta, mobil itu dikirimkan dengan angkutan laut. Semua langsung ditangani oleh tim pelacakan aset, pengelolaan barang bukti, dan eksekusi (labuksi) KPK.
Di antara delapan mobil yang sudah tiba di Jakarta adalah BMW 640i Coupe (plat nomor: B 232 HST), Toyota Vellfire ZG 2.5 A/T (B 232 MOM), Lexus tipe 570 4x4 AT (B 232 BUP), dua Hummer H3 (DA 232 US dan DA 232 RK), Jeep Rubicon COD (DA 232 AL), dan Cadilac Escalade 6.25 L (B 232 PB).
Hampir semuanya memiliki plat khusus 232. Hanya Jeep Rubicon Brute 3.6 AT yang tidak berplat nomor 232, melainkan B 9150 VBA.
Apa arti angka 232?
Dari penelusuran Radar Banjarmasin, angka 232 sendiri memang sangat spesial bagi Abdul Latif. Mantan bupati HST yang memiliki citra religious ini mengambil angka itu dari jumlah hitungan amalan dari pengajian tarikat.
"Jika saya tidak salah, angka 232 itu merupakan hitungan jumlah bacaan yang harus diamalkan beliau," ucap salah seorang sumber yang bersikeras tak ingin namanya dikorankan. Abdul Latif menggunakan hitungan zikir itu untuk mengingatkan amalan rutinannya.
Meski demikian, sumber Radar Banjarmasin menampik bahwa angka itu hanya spesial bagi Latif. "Jemaah dari tarikat yang sama dengan Latif banyak juga yang menggunakan nomor tersebut," ungkapnya.
Sumber sendiri mengatakan sejak penangkapan Abdul Latif oleh KPK dan kemudian penyitaan kendaraannya, banyak juga pembicaraan orang yang menyinggung masalah plat nomor 232 ini.
"Yang jelas, apa yang dilakukan beliau tidak ada hubungannya dengan tarikat," ucapnya seraya mengatakan Abdul Latif merupakan salah satu dari puluhan ribu jemaah pengajian yang juga merasa spesial dengan nomor tersebut. (zay/ay/ran)