BANJARBARU - Warga RT 36 RW 10, Kelurahan Cempaka, Senin (26/2) tadi dihebohkan dengan penemuan dua granat di lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Kupang.
Granat tangan tersebut ditemukan oleh salah seorang operator ekskavator bernama Hafid sekitar pukul 13.00 Wita, saat dirinya sedang bekerja memindahkan tumpukan sampah ke lubang pembuangan. "Saya lihat ada dua benda bulat mirip granat, lalu saya hentikan pekerjaan untuk mengeceknya," katanya.
Yakin dua benda itu memang granat, dia kemudian melaporkan temuannya tersebut ke Polsek Banjarbaru Timur. "Saya laporkan untuk memastikannya," tambahnya.
Tak lama kemudian, Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Avan Suligi bersama Kanit Bimmas IPDA Hadi Suprayitno, Kanit Reskrim AIPTU Bayu, Kanit Provos AIPDA Yudi Irianto, Bhabinkamtibmas BRIPKA Puji Amat dan personel Sabhara datang ke lokasi penemuan granat.
Sampai di lokasi, Kanit Reskrim AIPTU Bayu bersama personel langsung melakukan penyisiran dan memasang garis polisi dengan radius sekitar 100 meter dari tempat granat ditemukan.
Usai dilakukan pengecekan, Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Avan Suligi yang merupakan mantan anggota Jihandak (penjinak bom) Satuan Brimob Polda Kalsel yang memiliki kualifikasi penjinak bom mengungkapkan bahwa benda yang ditemukan tersebut merupakan granat tangan gas air mata. "Ini hanya granat asap," ungkapnya.
Dia menjelaskan, granat tangan gas air mata biasanya dipakai oleh pasukan pengendali huru-hara. Baik TNI maupun Polri, semasa Orde Baru di bawah tahun 2000-an. "Granat ini apabila meledak hanya mengeluarkan asap dan memberikan efek pedih pada mata," pungkasnya. (ris/al/bin)
Editor : Arief