Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga: Ada Ibu dan Anak yang Jadi Korban Haji Itab

Arief • Kamis, 1 Februari 2018 | 15:43 WIB
warga-ada-ibu-dan-anak-yang-jadi-korban-haji-itab
warga-ada-ibu-dan-anak-yang-jadi-korban-haji-itab

MARTAPURA – Informasi kejahatan wali palsu M Said Attap Tazani alias H Itab terus menyeruak. Banyak yang meyakini bahwa korban kakek berusia 60 tahun tersebut lebih dari 10 orang.


Salah seorang warga sekitar rumahnya yang tak mau dikorankan, mengungkapkan, masyarakat setempat sudah banyak yang mengetahui apa yang sudah dilakukan H Itab. "Kami juga tahu, ada banyak wanita yang ditidurinya. Mulai dari di bawah umur, janda hingga yang masih bersuami," ungkapnya.


H Itab sendiri memiliki empat istri yang diberinya rumah. Dia enggan membuka alamat rumah istri-istrinya.
Meski sudah memiliki empat istri, H Itab disinyalir pernah meniduri korban sedarah daging. Yaitu, seorang ibu dan anaknya. "Iya, korbannya ada yang satu keluarga," tambah warga yang menolak menyebutkan namanya ini.


Dia berharap, pihak kepolisian dapat mengungkap semua kejahatan yang dilakukan H Itab. "Ungkap saja berapa banyak korban yang sudah ditidurinya," harapnya.


Secara terpisah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya mengaku masih menunggu masyarakat yang merasa menjadi korban H Itab agar melapor ke Polres Banjarbaru. "Sementara belum ada tambahan korban," ujarnya.


Dia mengungkapkan, bahwa pihaknya tidak mengejar pengakuan H Itab berapa korban yang sudah ditidurinya. "Jadi kami hanya menunggu, berapa korban yang akan melapor atas perbuatan pelaku," pungkasnya


Dari Polres Banjar, Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Sofyan juga telah memerintahkan seluruh polsek membuka pengaduan bagi warga yang berniat melapor, terutama Polsek Martapura Timur.


Sampai hari ini belum ada warga yang mengaku jadi korban kendati kabar yang berembus kuat ada lebih dari satu orang yang jadi korban. ”Saya masih menunggu laporan juga. Saat ini belum ada yang datang, aparat terus membuka pintu kepada korban,” pungkasnya.(ris/mam/ay/ran)

Editor : Arief