RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Memilih laptop kerja biasanya didasarkan pada dua hal utama: performa dan harga. Namun ada satu pertimbangan yang mulai masuk hitungan, terutama bagi perusahaan yang peduli reputasi dan tanggung jawab lingkungannya: seberapa ramah lingkungan perangkat yang dibeli. Laptop eco friendly bukan berarti performanya harus dikompromikan, justru produsen yang serius dengan keberlanjutan biasanya juga serius dengan kualitas, karena laptop yang awet secara otomatis mengurangi limbah elektronik yang dihasilkan perusahaan.
Yang perlu diwaspadai adalah klaim tanpa bukti. Sertifikasi independen seperti EPEAT, Energy Star, dan TCO menjadi cara paling praktis untuk memverifikasi apakah sebuah produk benar-benar memenuhi standar lingkungan. Perangkat yang bertahan empat tahun menghasilkan separuh limbah elektronik dibanding yang diganti setiap dua tahun, jadi keawetan juga merupakan bagian penting dari keberlanjutan.
Pilihan Merek Laptop Eco Friendly yang Juga Tahan Lama
Kelimanya berasal dari produsen yang punya jalur distribusi bisnis di Indonesia. Pertimbangannya mencakup penggunaan material daur ulang, sertifikasi lingkungan independen, dan desain yang mendukung usia pakai panjang. Berikut beberapa pilihan laptop yang layak masuk daftar pertimbangan untuk pengadaan maupun pembelian individu.
1. ASUS ExpertBook P1
Keberlanjutan pada ExpertBook P1 varian PM1403 dimulai dari materialnya. Dibekali prosesor AMD® Ryzen™ 7 7735HS yang bertenaga untuk pekerjaan kantor harian, laptop ini memakai 25,8 persen bahan ramah lingkungan pada bodinya, angka yang cukup spesifik untuk bisa diverifikasi oleh tim pengadaan. Sistem pendingin ExpertCool yang mengarahkan udara panas ke belakang memperpanjang usia komponen internal karena suhu kerja lebih terjaga, dan desainnya tetap efisien baik saat layar terbuka maupun dalam clamshell mode saat tersambung ke monitor eksternal. Bobotnya mulai 1,40 kg dengan bodi bersertifikasi militer MIL-STD 810H.
Dari sisi keawetan, engsel dan sasis sudah diperkuat untuk pemakaian intensif. Memori DDR5 dapat ditambah sampai 64 GB lewat dua slot, dan tersedia dua slot penyimpanan hingga 1 TB, sehingga kapasitasnya bisa tumbuh mengikuti kebutuhan tanpa harus mengganti seluruh unit. Bagi perusahaan, pola seperti ini berarti lebih sedikit perangkat yang dibuang. Colokannya lengkap dari USB Type-C®, HDMI®, sampai RJ45 untuk koneksi jaringan kabel langsung. Keamanan enterprise ExpertGuardian dan fitur rapat daring seperti two-way noise cancellation, kamera pintar, serta tombol pintas konferensi juga sudah tersedia langsung tanpa perlu aplikasi tambahan.
2. ASUS ExpertBook B1
Untuk pengadaan dalam jumlah banyak, ExpertBook B1 varian BG1409 menawarkan paket keberlanjutan yang lebih lengkap dari sisi sertifikasi. Sudah mengantongi EPEAT Gold, EPEAT Climate+, dan Energy Star 8.0, dengan bodi yang memakai lebih dari 25 persen bahan daur ulang pasca-konsumen.
Status TKDN mempermudah pengadaan lewat jalur resmi. Sasis yang dirancang mudah diperbaiki oleh tim IT internal juga membantu memperpanjang usia pakai perangkat dan menekan volume limbah elektronik perusahaan. Harganya lebih terjangkau dibanding P1, menjadikannya pilihan realistis untuk pengadaan perangkat dalam skala besar.
3. Lenovo ThinkPad E14 Gen 6
Komitmen Lenovo terhadap keberlanjutan terlihat dari penggunaan material daur ulang pada sasis ThinkPad, ditambah program daur ulang perangkat lama yang tersedia di Indonesia. Keyboard ThinkPad juga dikenal awet untuk pemakaian jangka panjang.
Dua slot memori yang bisa ditambah memperpanjang usia pakai, dan jalur distribusi bisnisnya luas di Indonesia. Harganya berada di atas rata-rata kelas ini, meskipun untuk pembelian korporat dalam jumlah banyak biasanya tersedia negosiasi harga.
4. HP ProBook 445 G11
HP memakai plastik daur ulang dari laut pada beberapa komponen ProBook 445 G11 dan menjalankan program pengembalian perangkat lama. Paket keamanan HP Wolf Security yang termasuk pembelian menjadi nilai tambah untuk perusahaan.
Prosesornya memakai seri AMD® Ryzen™ hemat daya yang cukup untuk pekerjaan kantor standar. Untuk beban kerja berat yang berkelanjutan, kemampuan performanya lebih terbatas dibanding kelas prosesor yang dipakai ExpertBook P1.
5. Dell Pro 14
Program keberlanjutan Dell mencakup penggunaan material daur ulang pada bodi magnesium dan pengemasan yang lebih ringkas. Bobotnya ringan mulai 1,14 kg dan tersedia opsi koneksi 5G bawaan untuk mobilitas tanpa bergantung Wi-Fi®.
Dukungan vPro memudahkan pengelolaan perangkat oleh tim IT. Kapasitas baterai dan memorinya lebih terbatas, sehingga usia pakai efektifnya bergantung pada seberapa tepat konfigurasi awal yang dipilih saat pembelian.
Ramah Lingkungan Sekaligus Siap Jangka Panjang
Setiap produsen sudah bergerak ke arah yang sama, tetapi kedalamannya berbeda. ThinkPad E14 Gen 6 kuat di program daur ulang dan keyboard awet, ProBook 445 G11 menonjol lewat plastik daur ulang dari laut, sedangkan Dell Pro 14 unggul di pengemasan yang lebih ringkas.
Namun untuk kombinasi eco friendly dan keawetan yang paling seimbang, ASUS ExpertBook P1 menawarkan fondasi yang sulit ditandingi: material berkelanjutan yang tercatat persentasenya secara spesifik, bodi bersertifikasi militer, dan kapasitas memori serta penyimpanan yang masih bisa ditambah untuk memperpanjang usia pakai perangkat. Pilihan konfigurasi dan harga terbarunya dapat dicek langsung di situs resmi ASUS, mengingat ketersediaan varian dan spesifikasi dapat berubah sewaktu-waktu.
Editor : Fauzan Ridhani