Sovi Herlina Putri: Dimulai Dengan Rasa Enggan, Tekuni Olahraga Kempo

M Idris Jian Sidik • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 20:36 WIB
Sovi Herlina Putri
Sovi Herlina Putri

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Nama Sovi Herlina Putri kini cukup dikenal di kalangan pegiat olahraga beladiri Shorinji Kempo Kalimantan Selatan. Namun siapa sangka, perjalanan mahasiswi ULM semester 5 ini menuju matras kempo justru dimulai dari rasa enggan.

"Jujur aja, awal mulanya sama sekali enggak tertarik sama Kempo. Bahkan dulu sering ngambek kalau disuruh ikut latihan sama Bapak," kenang Sovi.

Sovi diperkenalkan pada olahraga ini oleh sang ayah, Herry Budianto, yang tak lain adalah mantan atlet nasional Shorinji Kempo asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang berkiprah sejak tahun 1992 hingga kejuaraan nasional terakhirnya pada 2001.

Meski sempat malang melintang di level nasional, Herry tak pernah berkesempatan mengikuti PON karena alasan pekerjaan. Ia menutup kariernya sebagai atlet pada Porprov Kotabaru tahun 2010.

Berbekal pengalaman sang ayah yang juga berprofesi sebagai pelatih, Sovi perlahan mulai penasaran dan akhirnya jatuh cinta pada kempo. "Terus merasa kayak terbawa semangatnya, terus makin penasaran sampai serius menekuninya," ujarnya.

Anak ketiga dari tiga bersaudara ini resmi memulai debutnya sebagai atlet pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2018 di Tanah Bumbu, saat masih duduk di kelas 6 SD. Sejak itu, prestasi demi prestasi mulai ia torehkan, mulai dari juara Randori putri hingga Embu berpasangan di berbagai ajang tingkat provinsi dan nasional.

"Kalau ditanya apa yang bikin tetap bertahan, jawabannya karena kempo punya hal baik di dalamnya, salah satunya prestasi. Kempo sudah jadi bagian dari hidup," tuturnya.

Puncak kebanggaannya datang saat meraih medali perak pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2023 di Palembang, sebuah pencapaian yang menurutnya tak tergantikan karena disaksikan langsung oleh sang ayah.

"Bisa bawa nama provinsi dan dilihat sama Bapak sendiri waktu mewakili Kalsel dan dikalungi medali, itu menurut Sovi suatu kebanggaan, kepuasan diri yang enggak bisa digantikan sama apa pun," ungkapnya.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier Sovi. Herry yang memahami betul suka duka menjadi atlet, mulai dari lelah fisik hingga tekanan mental, menjadi teman diskusi dan evaluasi teknik setiap harinya di rumah.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan atlet, Sovi mengaku kunci utamanya adalah disiplin membagi waktu. "Waktunya belajar ya belajar, waktunya latihan ya latihan. Enggak menunda tugas, sama tahu kapan waktunya belajar atau latihan," jelasnya.

Sovi juga kerap dipandang sebagai sosok atlet perempuan yang inspiratif. Namun ia mengaku hal itu justru membuatnya semakin berhati-hati dalam bertindak, alih-alih besar kepala. "Pastinya bersyukur ya, dan justru malah menjadikan Sovi lebih mawas diri dan hati hati dalam bertindak," katanya.

Ia menyebut sumber motivasinya bukan datang dari satu sosok tertentu, melainkan dari kehangatan orang-orang terdekat, mulai dari sang ibu yang setia mendukung di balik layar, kakaknya yang menjadi partner Embu di atas matras, hingga rekan-rekan sesama atlet kempo yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

Bagi Sovi, olahraga beladiri seperti kempo memberi keuntungan ganda bagi perempuan muda yang ingin berprestasi. "Prestasi dapat, jaga diri juga pintar," ujarnya.

Ke depan, Sovi berharap Shorinji Kempo Kalimantan Selatan dapat terus berkembang, tidak hanya di level nasional, tetapi juga menembus panggung internasional. Ia sendiri menargetkan dapat menyelesaikan kuliah dengan hasil memuaskan sembari terus mengharumkan nama kempo di kancah provinsi maupun nasional.

Ia berpesan kepada generasi muda Banjar agar tak mudah menyerah menghadapi kegagalan. "Jangan nyerah hanya karena pernah gagal, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda," pesannya. (bir/mof)

Sovi Herlina Putri

Usia: 20 tahun
Tinggi / berat: 155 cm / 48 kg
Mulai jadi atlet: Sejak kelas 6 SD
Pendidikan: ULM, semester 5
Pelatih: Herry Budianto (ayah), Hafiz Arifin, dkk.

Rekam jejak prestasi (2018–2025)

Editor : Arief M
Kempo for her sosok inspiratif Perempuan bela diri