RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Berawal dari keinginan untuk keluar dari zona nyaman, Luthpah Ajizah kini aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Gadis kelahiran Hulu Sungai Tengah, 10 Maret 2007, tersebut saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Terbuka. Selain menjalani aktivitas perkuliahan, Luthpah juga aktif dalam berbagai kegiatan, di antaranya Putra Putri HST, KNPI HST, serta sejumlah kegiatan kepemudaan lainnya.
Luthpah merupakan anak keempat sekaligus bungsu dari empat bersaudara. Ia mengaku lingkungan pertemanan dan keluarga menjadi salah satu faktor yang mendorong dirinya untuk terus berkembang.
Menurutnya, berada di lingkungan yang positif membuatnya banyak mendapatkan pengalaman dan ilmu baru. Dukungan tersebut juga mendorongnya berani mencoba berbagai hal yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
“Alhamdulillah lingkaran pertemanan saya sangat positif dan produktif. Saya banyak mendapatkan ilmu baru dan hal-hal bermanfaat yang mengajak saya untuk berani keluar dari zona nyaman,” ujar Luthpah.
Aktivitasnya kini cukup beragam. Selain bekerja dan kuliah, ia juga kerap dipercaya menjadi pembawa acara (MC), moderator hingga pembicara dalam berbagai kegiatan.
Di luar aktivitas tersebut, Luthpah memiliki beberapa hobi seperti membaca, menulis, membuat konten di media sosial, jalan-jalan, baik menikmati alam maupun menghadiri kegiatan wisata dan budaya.
Baginya, aktivitas tersebut bukan sekadar mencari hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menambah wawasan. “Kalau jalan-jalan itu membuat saya happy, tetapi sekaligus mendapatkan ilmu dan wawasan baru. Apalagi sebagai bagian Putri HST, saya bisa sekalian ikut mengangkat wisata dan potensi yang ada di HST, baik dari sisi budaya maupun pariwisatanya,” katanya.
Untuk membagi waktu, Luthpah mengaku tidak memiliki cara khusus. Ia memanfaatkan waktu senggang dan hari libur untuk menjalankan hobinya.
Menariknya, kegiatan bisnis online juga menjadi salah satu aktivitas yang dilakukannya di sela kesibukan. Melalui akun @luthpahajizah_shop, ia menjalankan usaha secara daring.
“Saya biasanya membuat skala prioritas. Dari situ saya bisa menentukan mana yang harus didahulukan, sehingga waktu untuk kuliah, pekerjaan, kegiatan dan hobi tetap bisa dibagi dengan baik,” tuturnya.
Perjalanan Luthpah menjadi pemudi aktif juga tidak langsung terjadi. Ia mengaku pernah berada dalam fase ketika merasa hidupnya berjalan begitu saja dan kurang memiliki aktivitas yang berarti.
Kondisi tersebut justru menjadi titik balik baginya untuk berubah. “Saya pernah merasa terpuruk karena kegiatan dan hidup saya terasa begitu-begitu saja. Dari sana saya berpikir, kalau begini terus, bagaimana saya mau berkembang dan keluar dari zona nyaman,” ungkapnya.
Dari yang sebelumnya mengaku sebagai pribadi pasif, Luthpah perlahan mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan. Dukungan keluarga dan lingkungan pertemanan membuatnya semakin berani mengambil peran.
Perubahan tersebut kemudian membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan kepemudaan hingga menjadi Putri Putri HST. Ia juga pernah meraih penghargaan Pemuda Berprestasi Provinsi Kalimantan Selatan bidang seni budaya serta menjadi Putri Wirasena Youth Camp Kalsel.
“Dari yang awalnya pasif menjadi aktif, alhamdulillah akhirnya saya bisa menjadi Putra Putri HST, aktif di berbagai kegiatan kepemudaan, menjadi MC, moderator dan pembicara. Banyak hal manis yang saya dapat setelah berani keluar dari zona nyaman,” ujarnya.
Keterlibatannya dalam dunia Putra Putri HST juga tidak terlepas dari organisasi Pemuda Peka Kondisi Sekitar (PAKAR) yang didirikannya bersama sejumlah rekan. Melalui organisasi tersebut, Luthpah mulai melihat pentingnya peran pemuda dalam memberikan dampak bagi lingkungan dan daerah.
Ia kemudian terdorong untuk terlibat langsung dalam dunia duta pariwisata HST. Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan semangat PAKAR dalam mendorong generasi muda agar lebih peduli terhadap kondisi sekitar.
“Kita sebagai pemuda bisa menjadi agen perubahan dan role model bagi teman-teman yang lain, terutama untuk mengangkat dan terus melestarikan seni, budaya dan pariwisata yang ada di HST,” jelasnya.
Luthpah memiliki prinsip yang menjadi motivasinya untuk terus bergerak. Menurutnya, generasi muda harus memanfaatkan masa produktif untuk memberikan sesuatu bagi daerah.
“Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Waktu muda harus kita gunakan untuk hal yang terbaik, terutama untuk mengabdi kepada banua kita,” cetusnya.
Ke depan, Luthpah ingin memastikan berbagai advokasi dan program kerja Putra Putri HST yang telah berjalan dapat terus berkembang dan berkelanjutan. Ia juga memiliki keinginan agar potensi seni, budaya dan pariwisata HST tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi mampu diperkenalkan hingga ke tingkat internasional.
“Harapan saya, program-program yang sudah berjalan bisa terus berkembang dan berkelanjutan, bahkan go international. Kita ingin mengenalkan Kalimantan Selatan, khususnya HST, kepada dunia,” katanya.
Ia menilai pemuda memiliki peran penting dalam memperkenalkan sekaligus menjaga potensi daerah. Karena itu, dirinya memilih untuk terus aktif berkolaborasi dengan berbagai organisasi, termasuk PAKAR, serta pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
“Kita sebagai pemuda harus aktif ikut andil, berdampak dan beraksi. Saya ingin mengajak teman-teman lain bahwa kita memiliki banyak seni, budaya dan pariwisata yang harus dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya. (mal/mof)