RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Badai kehidupan tidak selalu berarti akhir dari segalanya. Ada kalanya justru menjadi titik balik yang menempa seseorang menjadi pribadi lebih kuat. Perjalanan hidup Chyntia Bella (22), perempuan muda asal Nagara Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), adalah potret nyata tentang ketahanan mental, kerja keras, dan tekad baja untuk bangkit dari keterpurukan.
Enam tahun yang lalu, sekitar Oktober 2020 menjadi fase paling berat dalam hidup Bella. Di tengah persiapan menghadapi masa akhir sekolah, ia harus menerima kenyataan pahit. Semua runtuh, harus dimulai dari nol.
Meski lulus SMA pada 2021 dengan predikat eligible—gelar kehormatan bagi siswa berprestasi akademik yang berpeluang besar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi—impian kuliah harus tertunda. Tanpa pegangan materi dan rasa aman finansial, Bella sempat merasa tidak berdaya.
Namun, kesulitan itu tidak membuatnya menyerah. Ia memilih bangkit dengan cara sederhana. Bella mengasah keterampilan dasar komputer. “Minimal, jika nanti mendapat pekerjaan kantoran, saya sudah tahu cara mengoperasikan komputer dan laptop,” kenangnya.
Titik balik muncul ketika Bella memberanikan diri mengikuti berbagai ajang pemilihan duta daerah. Dari Putri Pariwisata HSS, Utuh Aluh HSS, hingga Duta GenRe HSS, panggung-panggung itu bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan pintu pembuka rezeki.
Melalui kompetisi, Bella mulai mandiri secara finansial. Sedikit demi sedikit ia menabung, mengumpulkan biaya untuk mewujudkan mimpi kuliah.
Pada 2023–2024, Bella juga dipercaya menjadi anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam Pemilu. Status pekerjaan musiman itu ia jalani dengan penuh tanggung jawab. Setiap rupiah penghasilan dikelola bijak, seluruhnya diarahkan untuk satu tujuan besar: kembali merajut asa menempuh pendidikan tinggi.
Kini, Bella berhasil menapaki jenjang pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai, Program Studi Administrasi Publik. Apa yang ia raih bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang, keberanian bangkit, dan konsistensi mengasah diri.
“Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya kepadamu, dan yang menjadi takdirmu tidak akan pernah tertukar untuk orang lain. Apa yang didapat hari ini adalah hasil usaha kerja keras di masa lalu,” pungkasnya. (mpi/mof)
Editor : Arief M