RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Selatan jadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Miftahur Rahmah.
Remaja kelahiran Rantau, 9 Desember 2008, asal Desa Timbung, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, itu mengaku bangga sekaligus terharu karena bisa terpilih dan membawa nama daerah di tingkat provinsi.
“Sangat senang, terharu, dan bangga karena usaha saya akhirnya membuahkan hasil serta bisa membawa nama Kabupaten Tapin,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).
Perjalanan pelajar kelas XI MAN 1 Tapin untuk menjadi Paskibraka Provinsi Kalsel tidak didapat dengan mudah. Ia harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari tes pengetahuan, wawancara, psikotes hingga tes fisik.
Seluruh tahapan tersebut dijalaninya dengan persiapan dan usaha maksimal.
Menurutnya, tantangan paling berat justru bukan hanya soal kemampuan fisik. Ia juga harus mampu menjaga mental tetap kuat, terutama ketika tubuh mulai lelah selama menjalani latihan.
“Saat latihan berat, saya belajar untuk tetap disiplin, fokus dan tidak mudah menyerah meskipun lelah,” katanya.
Berlatih bersama peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan juga menjadi pengalaman tersendiri. Dari sana, Rahmah tidak hanya mendapatkan teman baru, tetapi juga belajar membangun kekompakan dan saling mendukung.
Pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika seluruh anggota Paskibraka dari berbagai daerah menjalani latihan bersama hingga hubungan mereka semakin dekat.
“Bisa berlatih bersama seluruh anggota dari berbagai daerah hingga menjadi semakin dekat seperti keluarga,” tuturnya.
Rasa bangga semakin terasa ketika pertama kali mengenakan seragam Paskibraka Provinsi Kalsel. Bagi Rahmah, seragam tersebut bukan sekadar pakaian, tetapi menjadi simbol tanggung jawab untuk membawa nama daerah.
“Sangat bangga dan terharu karena merasa membawa tanggung jawab untuk nama daerah,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut perlahan mengubah dirinya. Rahmah merasa kini menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, percaya diri serta mampu bekerja sama dengan orang lain.
Ia juga mendapatkan pelajaran besar tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab, kekompakan dan pantang menyerah.
“Membawa nama Kabupaten Tapin sangat bangga dan menjadi motivasi bagi saya untuk memberikan yang terbaik,” ucapnya.
Setelah menyelesaikan pengalaman sebagai Paskibraka, Rahmah sudah memiliki cita-cita yang ingin dikejar. Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Cita-cita akhirnya pun sudah tergambar. Miftahur ingin menjadi seorang PNS dan nantinya dapat bekerja di lingkungan sekretariat daerah.
Lebih dari sekadar mengejar karier, cita-cita tersebut menjadi bentuk keinginannya untuk membahagiakan dan mengangkat derajat kedua orang tuanya.
“Setelah pengalaman ini saya berharap bisa melanjutkan pendidikan di IPDN dan semangat untuk menggapai cita-cita agar menjadi seorang PNS untuk bekerja di sekretariat daerah dan tentunya dapat mengangkat derajat kedua orang tua saya,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno