Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Stela Angelica Putri: Pernah Jadi Korban Perundungan, Memulai Prestasi dari Pengalaman Pahit

M Akbar Radar Banjarmasin • Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:52 WIB
Stela Angelica Putri
Stela Angelica Putri

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Tak semua perempuan muda tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi. Ada yang justru memulai langkah dari pengalaman pahit. Seperti yang pernah dirasakan Stela Angelica Putri. Di balik sederet prestasi dan aktivitas organisasinya saat ini, mahasiswi STIA Amuntai itu pernah menjadi korban perundungan semasa sekolah dasar.

Pengalaman tersebut sempat membuatnya menjadi pribadi yang pendiam, sulit percaya diri, dan memilih memendam persoalan seorang diri. Namun, waktu mengubah cara pandangnya.

Stela menyadari bahwa masih banyak orang yang mengalami hal serupa. Dari situlah tumbuh keinginannya untuk hadir sebagai tempat berbagi sekaligus penyemangat bagi orang lain.

"Kalau saya pernah merasakan bagaimana rasanya tidak punya tempat bercerita, mungkin masih banyak orang lain yang juga sedang merasakan hal yang sama," tutur Stela.

Kesadaran itu menjadi titik balik perjalanan hidupnya. Sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah, Stela mulai aktif mengikuti berbagai organisasi, belajar berbicara di depan umum, hingga terlibat dalam kegiatan sosial.

Baginya, kebahagiaan sejati bukanlah ketika menerima penghargaan. Melainkan saat mampu membantu orang lain menemukan kembali semangat hidupnya.

Kini, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi, Stela dipercaya menjadi Ketua Umum Forum GenRe Indonesia Cabang Hulu Sungai Utara periode 2026–2027. Ia juga aktif di KOSEMA STIA Amuntai dalam berbagai program kesehatan dan pengabdian masyarakat, menjadi talent SINEMA STIA Amuntai, bergabung dengan HMI Cabang Amuntai, serta menjadi bagian dari Komunitas Literasi Sebuku.

Menurutnya, organisasi bukan sekadar tempat mengumpulkan pengalaman atau sertifikat. "Organisasi mengajarkan saya bahwa solusi lahir ketika kita mau mendengar. Kadang orang tidak membutuhkan seseorang yang paling pintar. Mereka hanya butuh ada yang mau hadir," ujar gadis kelahiran Amuntai, 26 Oktober 2006 itu.

Semangat itu pula yang membawanya konsisten bergerak dalam isu kepemudaan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Saat menjadi Duta Anti Narkoba dan dipercaya sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan bersama Badan Narkotika Nasional, Stela memilih melihat persoalan dari sisi kemanusiaan.

Ia menilai, penyalahgunaan narkoba tidak selalu bermula dari rasa ingin tahu. Ada yang dipicu kondisi keluarga yang tidak harmonis, kehilangan arah hidup, minimnya ruang bercerita, hingga keinginan diterima lingkungan.

Karena itu, menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dengan larangan menggunakan narkoba. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan lingkungan yang mau mendengar, merangkul, dan memberikan harapan.

Pemikiran tersebut membuat Stela lebih memilih turun langsung bertemu para remaja daripada sekadar memberikan sosialisasi satu arah.

Sebagai Pelatih PIK-R MAN 2 Hulu Sungai Utara, sekolah tempatnya pernah menjadi Ketua PIK-R, ia ingin menjadi sosok yang dahulu ia butuhkan saat masih diliputi rasa takut dan tidak percaya diri.

Di luar aktivitas organisasi, kecintaannya pada dunia komunikasi juga membawanya menjadi narasumber, pemateri, master of ceremony, hingga wedding content creator. Ia pun aktif membuat konten edukasi di media sosial.

"Kalau satu video yang saya buat bisa membuat satu orang berani ikut organisasi, berhenti menghakimi orang lain, atau berani meminta bantuan ketika sedang terpuruk, menurut saya itu sudah sangat berarti," katanya.

Ia juga memiliki hobi yang tak biasa, yakni beatbox. Hobi yang digelutinya sejak 2020 tersebut bahkan mengantarkannya meraih sejumlah prestasi nasional. Menurutnya, beatbox mengajarkan keberanian untuk tampil apa adanya. "Kadang suara yang dianggap aneh justru bisa menjadi karya ketika kita percaya diri," ucapnya.

Meski telah mengoleksi berbagai penghargaan, Stela mengaku tidak ingin dikenal hanya karena prestasinya. "Saya ingin dikenal sebagai perempuan yang membuat orang lain percaya bahwa mereka juga bisa bangkit," ungkapnya.

Bagi Stela, anak muda tidak perlu menunggu memiliki jabatan, gelar, ataupun kemampuan yang sempurna untuk mulai memberi manfaat. "Kalau kita belum bisa mengubah dunia, setidaknya jangan lelah mengubah lingkungan terdekat kita. Karena perubahan besar selalu dimulai dari kepedulian yang kecil," pungkasnya.

Stela Angelica Putri

TTL: Amuntai, 26 Oktober 2006
Pendidikan: Mahasiswi STIA Amuntai

Editor : Arief
#STIA Amuntai #sosok inspiratif #Perempuan #Hulu Sungai Utara