RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Bagi sebagian pelajar, kompetisi mungkin hanya menjadi ajang mengukur kemampuan. Namun, bagi Wuwuh Lintang Ratna Dewantari, setiap perlombaan merupakan ruang belajar yang membuka jalan menuju pengalaman baru.
Di usianya yang baru 18 tahun, alumni MAN Tanah Laut itu telah menorehkan berbagai prestasi, mulai dari kompetisi kewirausahaan, olimpiade sains, hingga ajang peduli lingkungan. Seluruhnya dijalani dengan semangat untuk terus belajar dan berkembang.
Kini, Lintang bersiap melanjutkan pendidikan sebagai calon mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Sebelum mengenakan jaket almamater, namanya lebih dulu dikenal lewat sederet prestasi yang diraih sepanjang 2024 hingga 2025.
"Saya tidak pernah menganggap kompetisi hanya soal menang atau kalah. Bagi saya, setiap perlombaan adalah kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, sekaligus mengembangkan diri," kata Lintang.
Langkah awalnya dimulai dari dunia peternakan. Bersama seorang rekannya, ia mengikuti lomba ide bisnis yang digelar Akademi Komunitas Peternakan Jorong pada Oktober 2024.
Mereka memperkenalkan inovasi Urea Molasses Multi Nutrient Block (UMMB), suplemen nutrisi tambahan bagi sapi yang diharapkan mampu membantu peternak meningkatkan kualitas pakan ternak. Berangkat dari kebutuhan di lapangan, inovasi tersebut berhasil mengantarkan tim mereka meraih Juara III tingkat antarprovinsi.
Biologi merupakan bidang yang paling diminatinya. Ketertarikannya terhadap ilmu kehidupan membawanya mengikuti Olimpiade Sains Siswa Indonesia (OSSI) Bidang Biologi Tingkat Nasional yang diselenggarakan Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Puskanas).
Di tengah persaingan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Lintang berhasil menunjukkan kemampuannya dengan meraih Medali Emas pada Februari 2025. "Saya memang menyukai Biologi, karena ilmu ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Prestasi emas kembali diraihnya pada Islamic Science Olympiad (ISO) Kalimantan Selatan Bidang Biologi Terintegrasi tingkat SMA/MA/SMK. Pada ajang tersebut, ia berhasil memperoleh Nilai A sekaligus Medali Emas.
Tak hanya berprestasi di bidang sains, Lintang juga menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Melalui ajang Pemilihan Duta Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kabupaten Tanah Laut, ia mengusung program Penerapan Ekoenzym di Kehidupan Sehari-hari.
Program tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan limbah organik menjadi cairan ramah lingkungan yang memiliki berbagai manfaat. Gagasannya berhasil mengantarkan Lintang meraih Juara III dan kini masih terus dikembangkan untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
"Saya ingin ilmu yang saya pelajari tidak hanya berhenti di ruang kelas atau saat lomba, tetapi juga bisa diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menjaga lingkungan," tuturnya.
Baginya, deretan medali dan piala bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, pengalaman, proses belajar, serta kesempatan bertemu banyak orang menjadi nilai yang jauh lebih berharga.
"Setiap kompetisi memberikan pengalaman dan pelajaran berharga. Saya berharap dapat terus berkembang dan membawa manfaat bagi lingkungan serta masyarakat," pungkasnya.
Editor : Arief