Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Venita Astri Septaningtyas: Dari Layar Kaca ke Sektor Aviasi, Temukan Ketenangan Saat Menulis dan Mewarna

Sheilla Farazela • Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:20 WIB
Venita Astri Septiningtyas
Venita Astri Septiningtyas

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Bagi Venita Astri Septiningtyas, komunikasi bukan sekadar pilihan karier, melainkan ruang pengabdian yang ia tekuni dengan konsistensi selama lebih dari 13 tahun. Perempuan kelahiran September 1994 ini kini dipercaya memegang peran strategis sebagai Branch Communication & CSR Department di PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Sejak kecil, Venita sudah menunjukkan ketertarikan pada literasi dan komunikasi. Ia menemukan ketenangan saat menulis dan mewarnai, bahkan pernah berimajinasi menjadi pengajar. “Waktu kecil saya hobi main guru-guruan pakai bahasa Inggris dan sepatu hak tinggi milik ibu,” kenangnya.

Langkah Venita di jalur pendidikan penuh catatan impresif. Ia aktif mengikuti Olimpiade MIPA, bahasa Indonesia, hingga bahasa Inggris. Puncaknya, ia meraih gelar sarjana dengan predikat Cumlaude sekaligus dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Mahasiswa Berprestasi.

Tak hanya bersinar di kelas, Venita juga menorehkan prestasi non-akademis. Meliputi, juara modern dance, lomba baca puisi, hingga terpilih sebagai Duta Bahasa Jawa Barat dan Duta Mata Sehat tingkat nasional.

Kiprah Venita dimulai sebagai MC dan moderator, lalu berlanjut sebagai tim Public Relations di salah satu televisi swasta nasional. Sejak tujuh tahun terakhir, ia mendedikasikan diri di Angkasa Pura Indonesia.

Tantangan terbesar datang saat pandemi Covid-19. Sektor aviasi menjadi salah satu yang paling terdampak. “Setiap hari kami harus ‘berperang’ dengan rasa khawatir. Ketakutan publik saat itu harus dijawab dengan informasi yang akurat dan terus diperbarui,” ungkapnya.

Dedikasi itu membuat Venita rela tidak pulang kampung lebih dari setahun demi memastikan publik tetap mendapat informasi yang benar.

Cita-cita masa kecilnya sebagai pengajar kini terwujud. Di sela kesibukan, Venita kerap diundang sebagai dosen tamu dan narasumber komunikasi di berbagai universitas serta instansi. Baginya, berbagi ilmu adalah bagian dari pengabdian.

Sebagai perantauan dari Jakarta, Venita menemukan pengalaman berkesan di Kalimantan Selatan. Ia masih ingat ekspresi kaget saat menyangka Pulau Kembang dipenuhi bunga, padahal dihuni monyet. Namun perjalanan susur sungai itu menghadiahkan momen istimewa.

Ia melihat Bekantan di habitat aslinya. Ia juga terpukau dengan tradisi pantun para pedagang jukung di Pasar Terapung. “Ternyata pulau yang penuh dengan monyet. Kadang saya masih suka senyum-senyum sendiri kalau ingat ekspresi kaget saya waktu itu,” guraunya.

Untuk menunjang profesionalisme, Venita kini melanjutkan studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations (LSPR). Dengan jadwal kerja yang menuntut kesiapan 24/7, ia menerapkan manajemen waktu ketat. Yakni mencicil materi kuliah di hari kerja, dan menghabiskan akhir pekan penuh untuk kuliah daring serta tugas akademis.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#sosok inspiratif #banjarbaru #Perempuan #Bandara Internasional Syamsudin Noor