Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Vinciency Michelle Patricia Nata: Kuliah dan Rapat Jadi Rutinitas, Temukan Keseimbangan Hidup dengan Gym

M Fadlan Zakiri • Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:50 WIB
Vinciency Michelle Patricia Nata
Vinciency Michelle Patricia Nata

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Pagi hingga sore bergelut dengan tugas kuliah, malamnya rapat organisasi, lalu mengulang rutinitas yang sama esok hari. Begitulah keseharian Vinciency Michelle Patricia Nata, mahasiswi semester 4 Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Di tengah padatnya aktivitas akademik dan organisasi, perempuan kelahiran Maret 2006 asal Kalimantan Tengah ini tetap menyisihkan waktu untuk satu rutinitas yang baginya tak tergantikan, nge-gym. “Gym sudah jadi bagian dari rutinitas harian. Di sana saya bisa recharge energi sekaligus menjaga keseimbangan diri,” ujarnya.

Michelle aktif sebagai anggota Divisi PSDM HIMAPEM. Ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Departemen PSDM-O BEM FISIP ULM 2026. Tugasnya mencakup pengembangan kapasitas mahasiswa, pelatihan, hingga pengelolaan program kerja.

Menariknya, dunia fitness awalnya bukan sekadar hobi. Ia mulai rutin berlatih saat mempersiapkan diri menghadapi PORPROV Kalteng 2023 cabang olahraga gymnastic. “Awalnya hanya penunjang latihan. Tapi setelah pertandingan selesai, saya justru menikmati prosesnya dan akhirnya keterusan sampai sekarang,” katanya.

Di tengah kesibukan, Michelle menerapkan sistem time blocking dan skala prioritas agar semua aktivitas berjalan seimbang. Meski jadwal penuh, olahraga tetap masuk daftar utama. “Olahraga bukan gangguan. Justru cara paling efektif melepas stres dan menjaga mood tetap stabil,” tuturnya. Dalam seminggu, ia berusaha latihan lima hingga enam kali.

Baginya, fitness bukan sekadar membentuk tubuh. “Bonusnya memang badan lebih sehat dan penampilan lebih baik. Tapi yang paling terasa justru pikiran lebih tenang dan emosi lebih stabil,” tuturnya.

Vinciency Michelle Patricia Nata
Vinciency Michelle Patricia Nata

Sebagai perempuan yang rutin fitness, Michelle tak luput dari komentar stereotip. Ada yang menilai perempuan akan terlihat “seram” bila terlalu berotot. Namun ia menjadikannya ruang edukasi. “Secara biologis pertumbuhan otot perempuan berbeda dengan laki-laki. Perempuan berhak merasa kuat dan percaya diri dengan tubuhnya sendiri tanpa takut stigma,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa konsistensi bukan berarti selalu bersemangat. “Kadang malas itu muncul sebelum berangkat. Tapi begitu sampai gym, energinya balik lagi,” tukasnya.

Bagi Michelle, olahraga adalah bentuk self-care yang penting di tengah aktivitas anak muda yang serba cepat. “Semua yang kita jalani, akademik, organisasi, pekerjaan, hingga kehidupan sosial, membutuhkan kondisi fisik dan mental yang stabil,” lugasnya.

Ia pun mengajak generasi muda untuk mulai peduli pada kesehatan diri. “Tidak harus ekstrem. Mulai saja dari hal kecil. Jalan kaki, stretching, tidur cukup, atau olahraga beberapa kali seminggu,” pesannya.

Michelle percaya hidup sehat bukan soal kesempurnaan, melainkan keberanian untuk memulai dan konsisten. “Kadang kita terlalu sibuk memenuhi ekspektasi orang lain sampai lupa menjaga diri sendiri,” tutupnya.

Editor : Arief
#sosok inspiratif #kalimantan selatan #banjarmasin #Perempuan